fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Membukukan Tertinggi Baru Sepanjang Masa di Area 8.895 Meskipun Sedikit Turun Setelahnya

  • IHSG memangkas kenaikan yang mengantarkannya ke tertinggi baru sepanjang masa di sesi pertama.
  • Inflasi Inti Indonesia bulan Desember 2025 naik menjadi 2,38% tahun-ke-tahun.
  • Harga Emas 1gram Antam melanjutkan kenaikan ke Rp2.549.000 di tengah ketegangan AS-Venezuela.

IHSG berada di 8.863,43 yang lebih tinggi 0,05% dari penutupan hari kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 8.890,72 dan merayap naik untuk mencatatkan tertinggi baru sepanjang masa 8.895,26 di menit-menit awal pembukaan. Namun demikian, indeks sejauh ini belum bisa untuk naik lebih jauh dan malah turun ke terendah hari 8.839,01. Sebelumnya, indeks telah ditutup di zona hijau untuk empat hari perdagangan berturut-turut.

Indeks-indeks saham Indonesia sebagian besar merah pada sesi pertama. JII menjadi salah satu indeks yang mengalami penurunan besar meskipun sempat meraih tertinggi baru 2026. Sejauh ini indeks tersebut ditekan oleh EXCL (-3,14%), DSSA (-2,94%), dan ISAT (-2,15%). Meskipun demikian, beberapa emiten mengimbangi seperti RATU (+3,06%), MBMA (+2,4%), dan INKP (+1,96%).

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI), Sugiono, menerima kunjungan perpisahan Duta Besar Mozambik, H.E. Belmiro José Malate, di Jakarta pada Senin kemarin. Dalam peristiwa tersebut, Menlu Sugiono memberikan apresiasi pada duta besar atas kontribusi dalam kerja sama kedua negara, seperti diinformasikan dalam media sosial resmi Menteri.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari kemarin menunjukkan bahwa Neraca Perdagangan Indonesia periode Januari-November 2025 surplus $38,54 miliar yang berasal dari sektor nonmigas $56,15 miliar. Ekspor Indonesia pada November 2025 turun 6,60% tahun-ke-tahun, sementara total impor pada periode yang sama meningkat menjadi 0,46%.

Inflasi Indonesia pada Desember 2025 naik menjadi 2,92% tahun-ke-tahun dari 2,72% sebelumnya. Inflasi inti pada bulan yang sama juga meningkat menjadi 2,38% tahun-ke-tahun dari 2,36% dan lebih tinggi dari prakiraan 2,2%.

Tidak akan ada rilis data ekonomi dari Indonesia pada hari ini. Data ekonomi terdekat selanjutnya dalam minggu ini adalah Cadangan Valuta Asing pada hari Kamis dan Keyakinan Konsumen pada hari Jumat.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun dibuka dengan gap bawah di 6,101% dan belum bergerak pada hari ini. Hal tersebut setelah imbal hasil datar di area 6,120% selama lima hari perdagangan sebelumnya.

Emas Antam Melanjutkan Kenaikan

Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp2.549.000 yang naik Rp34.000 dibandingkan hari kemarin di Rp2.515.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia.

Perubahan harga tersebut menyusul kenaikan lebih dari 2% pada harga Emas dunia (XAU/USD) ke $4.455 per troy ons pada hari kemarin. Hari tersebut adalah hari di mana pasar merespon penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya oleh Amerika Serikat pada akhir pekan lalu. Maduro dituduh melakukan aksi narko-terorisme. Ketegangan geopolitik biasanya mendorong aset-aset safe haven seperti Emas.

Selain perkembangan geopolitik di atas, para pembeli Emas memerhatikan data dari AS yang berpotensi menggerakkan harga seperti PMI dari S&P Global yang akan dirilis pada pukul 14:45 GMT (21:45 WIB) pada hari ini. Namun, yang paling menonjol untuk minggu ini adalah rilis data Nonfarm Payrolls AS pada hari Jumat.

Grafik Harian IHSG

Grafik harian IHSG, 6 Januari 2026

IHSG menembus kisaran sideways jangka pendeknya saat naik ke tertinggi baru sepanjang masa 8.895,26 pada hari ini. Kenaikan tersebut memperkuat tren bullish indeks saat bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari.

Kinerja IHSG pada hari kemarin sekaligus membentuk higher high baru untuk struktur higher highs dan higher lows yang dibuat indeks dari 5.882,60, terendah 2025. Dengan demikian, indeks telah membentuk lima higher high dan empat higher low. Struktur ini menjadi penanda bahwa aset berada dalam tren naik.

Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di 68,69 mengindikasikan bahwa momentumnya bullish meskipun dekat zona jenuh beli. Jika jenuh beli diabaikan karena sentimen positif berlanjut, target tertinggi baru sepanjang masa selanjutnya adalah level-level angka bulat di 8.900, 8.950, dan 9.000. Namun dalam kasus IHSG turun untuk menetralkan jenuh beli, support teknis di 8.525,10 (terendah 29 Desember 2025, higher low), 8.288,27 (tertinggi 13 Oktober 2025, higher high), dan 8.000 (level angka bulat) bisa menjadi penahan.

Indikator Ekonomi

Inflasi Inti (Thn/Thn)

IHK Inti yang dirilis oleh Statistik Indonesia adalah ukuran pergerakan harga dengan contoh perbandingan antara harga eceran keranjang belanja barang dan jasa, tidak termasuk pajak dan energi. Kekuatan pembelian Rupiah Indonesia diseret turun oleh inflasi. IHK CPI merupakan indikator utama karena digunakan oleh bank sentral untuk menetapkan suku bunga. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk mata uang Rupiah, sedangkan bacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Sen Jan 05, 2026 04.14

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 2.38%

Konsensus: -

Sebelumnya: 2.36%

Sumber:

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2025 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.