fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Melonjak 1,56% ke 6.186, Saham Bank dan Unggulan Topang Rebound

  • IHSG menghentikan pelemahan enam sesi berturut-turut dengan kenaikan 1,56% ke 6.186, tepat di level tertinggi harian.
  • Penguatan dipimpin saham unggulan dan perbankan; LQ45 naik 2,04% dan PRIMBANK10 menguat 2,34%.
  • IHSG mengungguli mayoritas bursa Asia meski Wall Street jatuh, imbal hasil Treasury AS melonjak, dan harga minyak kembali naik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,56% atau 95 poin ke 6.186 pada perdagangan Kamis, menghentikan pelemahan selama enam sesi berturut-turut. Rebound berlangsung luas dan ditopang saham-saham unggulan serta perbankan ketika sejumlah emiten mulai merilis kinerja Semester I 2026. Kenaikan tersebut terjadi meski mayoritas bursa Asia bergerak lebih rendah dan sentimen global masih dibayangi peningkatan imbal hasil Treasury AS tenor panjang serta harga minyak.

IHSG dibuka menguat di 6.110 dari penutupan Rabu di 6.091. Indeks hanya sempat turun ke level terendah 6.106 sebelum bergerak naik sepanjang perdagangan dan ditutup tepat di level tertinggi harian 6.186. Kenaikan tersebut memulihkan sebagian penurunan selama enam sesi sebelumnya. Volume perdagangan saham mencapai 29,71 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp12,92 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,74 juta kali.

Saham Bank dan Unggulan jadi Penopang

Penguatan terlihat pada sejumlah kelompok saham unggulan. IDXG30 naik 2,53% ke 118, IDXSMC-LIQ menguat 2,30% ke 297, sementara LQ45 bertambah 2,04% ke 618 dan juga ditutup di level tertinggi harian.

Indeks PRIMBANK10 menguat 2,34% ke 153. BBCA naik 2,8% atau 175 poin ke 6.450, BBNI menguat 2,6% ke 3.550, dan BDMN bertambah 2,5% ke 4.150. Di luar perbankan, MAPI melonjak 6,1% ke 1.560 dan INCO naik 5,6% ke 4.900.

Namun, kondisi pasar obligasi domestik masih menjadi faktor yang dicermati. Ekonom Senior Bank DBS Radhika Rao mengatakan kepada IDNFinancials bahwa imbal hasil SBN tenor 10 tahun diprakirakan tetap berada di atas 7% dalam waktu dekat karena Indonesia masih perlu menawarkan tingkat imbal hasil yang atraktif bagi investor global.

IHSG Mengungguli Mayoritas Bursa Asia

Dengan kenaikan 1,56%, IHSG mengungguli sejumlah indeks regional yang mayoritas bergerak lebih rendah. KOSPI turun 1,23%, ASX 200 melemah 0,78%, Straits Times terkoreksi 0,74%, dan Shanghai Composite kehilangan 0,62%. Sebaliknya, Nikkei 225 naik 0,71% dan Hang Seng menguat tipis 0,20%.

Kinerja IHSG berlawanan dengan pelemahan tajam Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones anjlok 2,19%, S&P 500 turun 1,52%, dan Nasdaq Composite merosot 1,74% setelah keputusan The Fed diikuti aksi jual obligasi Treasury tenor panjang. Imbal hasil Treasury AS 30 tahun menembus 5,20% pada perdagangan New York dan mencapai sekitar 5,24% pada Kamis, level tertinggi sejak 2007.

The Fed dan Minyak Menjaga Risiko Eksternal

Derek Halpenny dari MUFG menilai keputusan The Fed mempertahankan suku bunga, tanpa penjelasan yang meyakinkan dari Ketua Kevin Warsh, membuat kurva imbal hasil Treasury semakin curam. MUFG melihat kondisi tersebut sebagai sinyal negatif bagi Dolar AS karena meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed dapat tertinggal dalam mengendalikan inflasi serta memunculkan pertanyaan mengenai kredibilitas bank sentral AS. Kenaikan imbal hasil jangka panjang tetap berpotensi membatasi selera terhadap aset-aset berisiko.

Sentimen global juga dibayangi kenaikan harga minyak untuk hari kedua berturut-turut setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Brent naik 1,17% ke US$91,80 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,46% ke US$84,85. Risiko gangguan arus energi melalui Selat Hormuz dapat menopang saham-saham energi, tetapi pada saat yang sama meningkatkan tekanan inflasi dan risiko bagi Rupiah.

IHSG Mendekati Batas Atas Descending Channel

Dari sudut pandang teknis, IHSG masih bergerak di dalam pola descending channel, tetapi lonjakan Kamis memperbaiki struktur jangka pendek. Indeks dibuka di 6.110, hanya turun ke 6.106, lalu ditutup tepat di level tertinggi harian 6.186. Pergerakan tersebut membawa IHSG menembus resistance 6.130 dan 6.174—terendah Selasa dan tertinggi Rabu, sekaligus kembali menjauh dari area psikologis 6.000.

IHSG kini menghadapi resistance psikologis 6.200, disusul batas atas descending channel yang kini berada di sekitar 6.230. Penembusan dan penutupan konsisten di atas batas pola tersebut diperlukan untuk mengonfirmasi perubahan tren serta membuka peluang menuju resistance 6.400. Di sisi bawah, area 6.174–6.130 kini menjadi support awal, disusul 6.100 dan MA 50 Hari di sekitar 6.042. Penurunan kembali ke bawah 6.000 akan melemahkan momentum rebound dan mengarahkan perhatian ke 5.900 yang membatasi sisi bawah pergerakan pada pertengahan Juli, kemudian 5.600.

Relative Strength Index (RSI) harian naik ke 53,65 dari 48,53 dan kembali berada di atas level netral 50, menunjukkan momentum mulai beralih positif, namun penguatan masih tetap memerlukan konfirmasi lanjutan.

Grafik Harian IHSG

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.