fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Lanjutkan Rebound ke 5.328 setelah BI Tahan Suku Bunga, Risiko MSCI Terus Membayangi

  • IHSG melanjutkan rebound dengan kenaikan 0,94% ke 5.328,36 pada Rabu, setelah melonjak 5,65% di sesi perdagangan sebelumnya.
  • Keputusan Bank Indonesia menjaga BI-Rate di level 5,75% menjadi penopang sentimen pasar, disusul laju saham perbankan dan sektor kesehatan yang turut mendorong penguatan indeks.
  • Ancaman penurunan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI, tekanan jual asing, dan kenaikan harga minyak di atas US$110 per barel masih membayangi prospek IHSG.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan hari positifnya pada perdagangan Rabu (21/10), naik 49,47 poin atau 0,94% ke posisi 5.328 setelah melonjak 5,65% sehari sebelumnya. Perjalanan IHSG sempat diwarnai aksi lepas portofolio yang menyeret indeks ke level terendah 5.185 hingga terkoreksi 0,84% pada penutupan sesi I. Namun, gelombang aksi beli kembali masuk di sesi kedua, membawa IHSG hingga ditutup tepat di puncak tertinggi hariannya.

Penguatan IHSG berlanjut setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%, di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi pengetatan moneter lebih lanjut. Namun, bank sentral tetap memperkuat langkah stabilisasi Rupiah dengan menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%, sementara Lending Facility dipertahankan di 6,50%. BI juga memperbesar insentif lindung nilai valuta asing melalui instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) guna mendukung pengelolaan risiko nilai tukar dan menjaga stabilitas pasar valas.

Kesehatan Memimpin, Saham Perbankan Kembali Menguat

Pemulihan menjalar ke sembilan dari 11 sektor saham, dipimpin sektor kesehatan yang melonjak 3,36%, disusul properti sebesar 1,77% dan infrastruktur 1,47%. Sektor barang konsumen primer turut menguat 1,44%, sedangkan keuangan naik 0,72%. Sebaliknya, tekanan jual masih membayangi sektor teknologi yang turun 1,12% dan industri yang melemah 0,59%.

Saham-saham perbankan raksasa kembali menguat setelah sempat tertekan pada sesi pertama. BBCA naik sekitar 1,44% ke Rp5.275, sementara BBRI menguat 0,72% ke Rp2.810 dan BMRI bertambah 0,27% ke Rp3.700. TLKM turut menopang IHSG dengan kenaikan sekitar 2,91% ke Rp2.120. Penguatan juga tercatat pada AKRA yang melonjak 7,02% ke Rp1.295 dan ICBP sebesar 5,19% ke Rp6.075. Sebaliknya, UNTR menjadi salah satu pemberat indeks setelah turun 1,54% ke Rp24.000.

Selain menahan suku bunga acuan, BI menyuntikkan stimulus likuiditas dengan memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) bank konvensional dari 9% menjadi 8% per 1 November, lalu melonggarkannya lagi ke 7% pada 1 Desember 2026. Bank sentral juga memperpanjang insentif Loan to Value (LTV) pembiayaan properti hingga 100% sepanjang 2027 bagi perbankan yang memenuhi kriteria, demi melapangkan ruang pembiayaan dan menopang laju ekonomi.

Di balik rebound IHSG selama dua hari berturut-turut, ancaman perubahan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI masih membayangi. Penyedia indeks global tersebut tengah mempertimbangkan penurunan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, yang berisiko memicu arus keluar modal asing lebih lanjut. Merespons ancaman tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap mengeluarkan 80 saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC), dengan bobot gabungan sekitar 18%, dari perhitungan IHSG untuk meningkatkan transparansi dan kelayakan investasi pasar. Sementara itu, tekanan jual asing belum mereda, dengan penjualan bersih mencapai Rp2,19 triliun pada Selasa, disusul Rp581,59 miliar sepanjang sesi pertama Rabu.

Dari pasar eksternal, bursa Asia bergerak beragam dengan KOSPI Korea Selatan melonjak 3,29% dan Nikkei 225 Jepang menguat 0,85%, sementara Hang Seng Hong Kong turun 0,90% dan Shanghai Composite Tiongkok melemah 0,60%. Wall Street sebelumnya juga mencatat kinerja bervariasi pada Selasa, dengan Dow Jones naik 1,02% dan S&P 500 bertambah 0,28%, sedangkan Nasdaq turun tipis 0,02%. Di saat bersamaan, harga kontrak berjangka minyak mentah Brent kembali menembus US$110 per barel usai menguat 1,12% ke US$110,01, sementara WTI naik 1,19% ke US$98,98. Memanasnya harga energi akibat risiko pasokan di Timur Tengah berpotensi melambungkan biaya impor dan inflasi domestik, sekaligus memperburuk tekanan terhadap Rupiah.

IHSG Menguji Area 5.328 setelah Rebound Dua Hari

Grafik Harian IHSG

IHSG mengonfirmasi kelanjutan tren pemulihan setelah ditutup tepat di puncak harian 5.328, memantul dari level terendah harian di 5.185. Aksi breakout yang konsisten di atas puncak hari ini berpotensi membuka jalan bagi indeks untuk mengejar target penguatan selanjutnya di area psikologis 5.400. Namun, kegagalan menjaga momentum berisiko menyeret indeks kembali menguji support terdekat di 5.278 (penutupan 20 Oktober) serta support penting 5.185.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan penguatan dapat membawa IHSG kembali menguji 5.278 (penutupan 20 Oktober), dengan penopang berikutnya di sekitar 5.185 (terendah 21 Oktober). Arah pergerakan berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan pasar menyerap tekanan jual asing di tengah ketidakpastian MSCI dan tingginya risiko eksternal.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.