IHSG Lanjutkan Kenaikan ke 6.242 di Tengah Perkembangan Positif dari Timur Tengah
|- IHSG dibuka dengan gap atas dan merayap naik sejauh ini.
- AS dan Iran menyepakati kesepakatan damai.
- Menteri Rosan akan memberikan informasi mengenai situasi investasi.
IHSG berada di 6.223,81 yang lebih tinggi 3,60% dibandingkan penutupan pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 6.118,72 dan merayap naik untuk mencatatkan tertinggi hari 6.242,29 di sesi pertama Senin ini. Dengan demikian, indeks melanjutkan pemantulan dari 5.317,90, level terendah 2026 yang dicapai pada Senin pekan lalu di tengah kabar baik dari Timur Tengah dan kelanjutan penguatan Rupiah terhadap Dolar AS pagi ini.
Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja positif secara keseluruhan. LQ45 (+4,11) menjadi salah satu indeks yang menunjukkan kinerja terbaik di sesi pertama yang didorong oleh saham-saham seperti AMMN (+9,57%), BUMI (+8,28%), ANTM (+7,37%), BBCA (+5,06%), TLKM (+2,80%), dan lain-lain.
ANTM menunjukkan kinerja yang baik sejauh ini menyusul pengumuman perseroan yang akan membagikan dividen. Tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi adalah pada 19 Juni 2026 dan akan dibayarkan pada 10 Juli 2026. Total nilai dividen yang akan dibagikan sebesar Rp5,04 triliun atau Rp209,98 per lembar saham, seperti diinformasikan dalam keterbukaan informasi.
Perkembangan positif muncul dari Timur Tengah. Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan yang akan berlaku pada hari Jumat. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan AS akan mencabut blokade angkatan laut AS pada pelabuhan-pelabuhan Iran dan Selat Hormuz akan dibuka kembali pasca penandatanganan kesepakatan. Meskipun demikian, Presiden Trump mengancam menyerang Iran kembali jika kesepakatan nuklir gagal dicapai.
Dari pihak Iran, keberhasilan kesepakatan akan bergantung pada apakah AS akan memenuhi komitmen-komitmen yang meliputi mencabut dan mengakhiri blokade angkatan laut, mengakhiri status perang dan operasi militer, serta melepaskan dana Iran yang dibekukan, kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi.
Kabar di atas menekan Dolar AS dan minyak mentah seperti WTI yang pada saat berita ini ditulis berada di area $78,68, lebih rendah 4,75% dibandingkan penutupan Jumat lalu. Pelemahan Dolar AS dengan demikian memperkuat Rupiah yang pada satu titik meraih 17.682 per Dolar AS di perdagangan sesi Asia Senin ini.
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri pada hari Minggu kemarin. Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM dan Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, terkait kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa dan Asia, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian Sekretariat Negara.
Presiden Prabowo memerintahkan Menteri Rosan untuk menginformasikan perkembangan kondisi investasi nasional dan prospek ekonomi negara secara terbuka pada publik Senin siang ini. Pertemuan itu dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kalender ekonomi Indonesia kosong pada hari ini. Di samping itu, hari perdagangan pekan ini lebih singkat karena pasar saham Indonesia akan libur pada Selasa besok karena Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Peristiwa penting terdekat yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia adalah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan berlangsung selama dua hari yang dimulai pada Rabu. BI dijadwalkan tetap melakukan RDG meskipun pada pekan lalu secara mengejutkan menaikkan suku bunga 25 bp. Rapat ini diduga dilakukan untuk menilai perkembangan ekonomi dan efek dari langkah-langkah yang telah diterapkan bank sentral.
Dalam RDG mingguan pekan lalu, BI menaikkan RI Rate menjadi 5,50%, Suku Bunga Deposit Facility menjadi 4,50%, dan Suku Bunga Lending Facility menjadi 6,25%. BI menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan tindakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,166% yang belum berubah sejauh hari perdagangan pertama pekan. Aksi ini menyusul penurunan 3,72% imbal hasil ini selama Jumat lalu, turun dua hari berturut-turut setelah gagal melampaui 7,532%, tertinggi baru 2026 yang diraih pekan lalu.
Indikator Ekonomi
Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia
Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Kam Jun 18, 2026 07.30
Frekuensi: Tidak teratur
Konsensus: -
Sebelumnya: 5.5%
Sumber: Bank Indonesia
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.