IHSG Kesulitan Menindaklanjuti Rebound di Atas 8.098, Peristiwa Timur Tengah Masih Mendominasi
|- IHSG mundur setelah meraih tertinggi hari di atas 8.098.
- Presiden RI, Prabowo, ingin memastikan harga sembako terkendali selama ramadan dan Idul Fitri.
- Iran menutup Selat Hormuz, berisiko mengangkat harga minyak dunia.
- Emas Antam sedikit mundur namun tetap di atas Rp3.100.000.
IHSG berada di 8.040,28 yang lebih tinggi 0,29% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan gap atas di 8.059,86 dan meraih tertinggi hari 8.098,39 dalam satu jam pertama perdagangan. Namun, indeks memangkas kenaikan tersebut untuk bergerak di dekat level-level pembukaan. Indeks kesulitan menindaklanjuti kenaikan di awal pembukaan di tengah masih dominannya konflik di Timur Tengah.
Indeks-indeks saham Indonesia hijau di sesi pertama hari Selasa. JII (+1,26%) menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik sejauh pagi ini. Kenaikan indeks tersebut dibantu oleh AADI (+5,30%), BUMI (+4,84%), UNTR (+3,57%), PTBA (+3,27%), JPFA (+2,95%) dll.
Perhatian pasar masih tertuju pada perkembangan AS-Israel melawaran Iran sejak akhir pekan lalu. Aksi saling serang masih berlangsung dan Presiden AS, Donald Trump, mengatakan "gelombang besar" serangan belum terjadi, seperti dilaporkan CNN. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan negara sedang mempersiapkan "kenaikan besar" dalam serangan ke Iran dalam 24 jam ke depan.
Iran menutup Selat Hormuz dan akan menembaki kapak yang mencoba melintas, Reuters melaporkan. Selat itu merupakan jalur yang digunakan untuk mengangkut sekitar 20% pasokan minyak global, gangguan apa pun dapat memicu kenaikan harga minyak yang berakibat menimbulkan risiko inflasi global ke depan.
Sementara di dalam negeri, Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, memberikan arahan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan tertutama di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Menteri Zulkifli memastikan stok pangan diawasi dengan ketat serta sembako harus tersedia, terjangkau, dan harganya tidak boleh naik, seperti diinformasikan dalam situs Presiden RI.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengatakan perselisihan Amerika Serikat dan Iran menambah kerumitan ekonomi-politik global dan berpotensi memengaruhi harga minyak dunia, jalur logistik, serta sentimen pasar keuangan internasional, ujar Menteri Airlangga dalam sambutan pada Indonesia Economic Forum 2026 kemarin. Lebih lanjut beliau memaparkan kinerja ekonomi di mana kemiskinan turun menjadi 8,25%, pengangguran menjadi 4,74%, dan rasio Gini membaik ke 0,363, dikutip dari media sosial resmi Menteri. Airlangga juga mengklaim bahwa realisasi investasi sepanjang tahun lalu telah menyerap 2,71 juta tenaga kerja baru.
Beberapa data penting Indonesia telah dirilis pada hari kemarin. Yang pertama, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia bulan Februari 2026 naik ke 53,8 dari 52,6 pada bulan sebelumnya, mengindikasikan sektor manufaktur tetap ekspansi karena berada di atas level 50.
Di sisi lain, Neraca Perdagangan Indonesia di Januari 2026 sebesar $0,96 miliar yang lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar $2,52 miliar. Hal tersebut terjadi saat Ekspor di bulan pelaporan sebesar 3,39% tahun-ke-tahun yang lebih rendah dari sebelumnya namun Impor meningkat menjadi 18,21% dari 10,81% dalam periode yang sama.
Tidak akan ada rilis data ekonomi Indonesia hari ini sampai Bank Indonesia merilis data Cadangan Devisa Februari 2026 pada hari Jumat pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Cadangan Devisa untuk Januari 2026 adalah sebesar $154,6 miliar dan tidak ada prakiraan untuk data ke depan.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,476% dan ini merupakan tertinggi baru 2026. Level ini diraih pada hari kemarin saat imbal hasil naik 1,05%. Kenaikan ini mengindikasikan investor kurang meminati obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun di tengah pergerakan dana global yang mencari aset-aset yang lebih aman.
Emas Antam untuk berat 1 gram dijual di harga Rp3.122.000 yang lebih rendah Rp13.000 dari harga kemarin Rp3.135.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Perubahan tersebut terjadi setelah harga Emas dunia (XAU/USD) menutup hari kemarin di bawah level pembukannya di $5.321 per troy ons.
Emas tampak didukung di tengah konflik Timur Tengah yang membuat Emas sempat meraih tertinggi baru sejak 2 Februari 2026 di $5.419 pada hari kemarin. Perkembangan geopolitik di Timur Tengah masih bisa menjadi penggerak untuk harga Emas saat kalender ekonomi AS tidak memuat data penting pada hari ini.
Grafik Harian IHSG
IHSG menembus sisi bawah kisaran sideways pada hari kemarin. Selain itu, indeks berisiko mengubah tren bullish saat ini menjadi bearish jika menembus di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Namun, perlu diingat bahwa average ini menjadi support dinamis yang kuat saat terjadi penurunan pada akhir Januari dan awal Februari 2026.
Relative Strength Index (RSI) 14 hari di 37,92 dan tetap di bawah level netral mengindikasikan momentum bearish masih ada dan belum masuk ke zona jenuh jual.
Dalam kasus IHSG ditutup di bawah SMA 200-hari, support yang bisa dihadapi indeks muncul di 7.712,34 (terendah 3 Februari 2026), 7.481,98 (terendah 2026 yang dicapai pada 29 Januari), dan 7.240 (tertinggi 26 Mei 2025). Sementara di sisi atas, resistance teknis berada di 8.437,08 (tertinggi Februari 2026), 8.596,17 (tertinggi 28 Januari 2026), dan 8.980,23 (penutupan 27 Januari 2026), dan 9.000 (level angka bulat).
Indikator Ekonomi
Cadangan Devisa
Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Jum Mar 06, 2026 03.00
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: -
Sebelumnya: $154.6
Sumber: Bank of Indonesia
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.