fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Kembali Turun di Bawah 6.000 Menyusul Peristiwa-Peristiwa Penting Pekan ini

  • IHSG memangkas hampir seluruh kenaikan kemarin.
  • ESSE akan membagikan dividen sebesar Rp895,80 miliar.
  • Kalender ekonomi Indonesia kosong hingga akhir bulan.

IHSG bergerak di 5.901,89 yang lebih rendah 1,62% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 6.010,33 dan sempat mencatatkan tertinggi hari di 6.045,25 dalam satu jam pertama pedagangan. Namun demikian, indeks kesulitan untuk menindaklanjuti rebound ringan hari kemarin dan malah berbalik arah di bawah 6.000 menuju penutupan pekan yang dipenuhi oleh peristiwa-peristiwa penting.

Indeks-indeks saham Indonesia merah pada sesi pertama Jumat ini. Indeks LQ45 turun 1,03% ditekan oleh DEWA (-5,52%), BRPT (-4,11%), CUAN (-4,00%), MDKA (-3,79%), ESSA (-1,57%), dan saham-saham lainnya.

ESSA mengalami penurunan meskipun hari ini adalah tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi. Perseroan berencana membagikan dividen sebesar Rp895,80 miliar dan akan dibayarkan pada 15 Juli 2026.

Pasar saham Indonesia menuju akhir minggu setelah peristiwa-peristiwa signifikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Yang pertama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI), Airlangga Hartarto, mengumumkan Kebijakan Stimulus Kuartal II dan Semester II 2026 dengan total sekitar Rp26,34 triliun. Stimulus ini digulirkan meskipun konflik di Timur Tengah mereda karena pemerintah menilai dampaknya masih memengaruhi ekonomi dan pasar secara global.

Peristiwa paling penting minggu ini tentu saja adalah pengumuman MSCI yang mempertahankan pasar Indonesia tetap di Emerging Market, meskipun lembaga ini mempertimbangkan penurunan pasar Indonesia ke Frontier Markets jika tidak ada kemajuan yang memadai pada saat MSCI Index Review November 2026.

Menko Airlangga akan fokus untuk memastikan agenda reformasi pasar saham Indonesia tetap diimplementasikan secara konsisten, saat menanggapi hasil penilaian MSCI yang juga mengakui reformasi yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait yang beberapa di antaranya adalah peta jalan untuk menaikkan free float minimum menjadi 15%, pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih granular, dan pengumuman High Shareholding Concentration (HSC).

Kalender ekonomi Indonesia kosong hari ini dan hingga akhir bulan sehingga sentimen pasar akan lebih dominan dalam menggerakkan pasar saham Indonesia. Namun, para investor bisa mulai bersiap menghadapi data penting yang akan dirilis pada hari pertama bulan Juli yang mencakup Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global, Neraca Perdagangan, dan Inflasi.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,182% yang belum bergerak pada basis harian. Imbal hasil ini tampak mengambil napas setelah naik untuk empat hari perdagangan berturut-turut dari Kamis pekan lalu hingga Selasa kemarin dalam sebuah upaya untuk memangkas penurunan tajam dari sekitar tertinggi 2026 di area 7,5%.

Indikator Ekonomi

PMI Manufaktur S&P Global

Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jul 01, 2026 00.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: 50

Sumber: S&P Global

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.