IHSG Ditutup Naik 0,50% ke 6.351, Saham Pertumbuhan dan Kesehatan Memimpin
|- IHSG menguat 0,50% ke 6.351 setelah bergerak dalam rentang 6.316–6.368.
- KLBF, ENRG, dan BUMI menjadi pendorong utama, sedangkan koreksi bank besar membatasi kenaikan.
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia dan reli pasar global menjaga sentimen positif menjelang resistance 6.400.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan dengan ditutup menguat 0,50% atau 31,53 poin ke 6.351 pada perdagangan Rabu. Indeks dibuka lebih tinggi di 6.338 dan sempat mencapai 6.368, tetapi kehilangan sebagian kenaikan ketika koreksi BBCA, BMRI, dan BBRI mengimbangi lonjakan sejumlah saham pertumbuhan dan kesehatan.
IDXSHAGROW memimpin dengan kenaikan 2,49%, disusul sektor kesehatan sebesar 2,35%. Penguatan berlangsung di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap kuat pada kuartal II serta reli mayoritas bursa Asia setelah Wall Street mencetak rekor baru. Sepanjang perdagangan, volume transaksi saham mencapai 39,27 miliar lembar dengan nilai Rp14,92 triliun dan frekuensi sebanyak 2,32 juta kali.
KLBF Melonjak, Bank Besar Membatasi Kenaikan
KLBF melonjak 8,8% ke 800 dan menjadi salah satu pendorong utama IHSG sekaligus penguatan sektor kesehatan. ENRG naik 7,1% ke 1.350, sedangkan BUMI menguat 6,5% ke 179.
Di sisi lain, tekanan pada saham bank berkapitalisasi besar menahan laju indeks. BBRI turun 1,3% ke 3.020, BMRI melemah 0,9% ke 4.220, dan BBCA terkoreksi 0,8% ke 6.450 sehingga PRIMBANK10 berakhir turun 0,94%. Sektor infrastruktur juga melemah 0,99%.
Perekonomian Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada kuartal II 2026. Data tersebut memberikan latar domestik yang positif bagi pasar saham, meski responsnya tidak merata karena investor tetap melakukan aksi ambil untung pada saham-saham bank besar setelah kenaikan IHSG sehari sebelumnya.
Reli Wall Street Menular ke Asia
Harapan terhadap kemajuan diplomasi di Timur Tengah, penurunan harga minyak, dan optimisme terhadap belanja modal kecerdasan buatan mendorong reli Wall Street pada Selasa. Dow Jones naik 1,71%, S&P 500 menguat 1,79%, dan Nasdaq Composite melonjak 2,59%.
Tim Riset Danske menilai reli global lebih banyak dipicu oleh berkurangnya risiko penurunan daripada peningkatan prospek pertumbuhan. “Pendorong utamanya bukan peningkatan ekspektasi pertumbuhan, melainkan semakin hilangnya kekhawatiran penurunan,” kata Danske. Deutsche Bank juga menyoroti dukungan dari harga minyak yang lebih rendah dan meredanya kekhawatiran inflasi. Di Asia, KOSPI melonjak 3,76%, Nikkei naik 3,66%, Shanghai Composite menguat 1,47%, dan ASX 200 bertambah 0,90%.
IHSG Mendekati Resistance 6.400
Secara teknis, IHSG mempertahankan struktur pemulihan setelah sempat mencapai 6.368 sebelum ditutup di 6.351. Penyusutan kenaikan dari level tertinggi harian menunjukkan tekanan jual mulai muncul ketika indeks mendekati resistance psikologis 6.400.
Momentum masih positif karena Relative Strength Index (RSI) 14-hari naik dari 60,20 menjadi 61,66 dan belum memasuki area jenuh beli. Penutupan di atas 6.400 dapat membuka peluang kenaikan menuju batas atas Asending Triangle di sekitar 6.485. Support terdekat berada di 6.316–6.300 (terendah hari ini dan level psikologis), kemudian 6.238–6.200 (terendah Selasa dan level psikologis).
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.