IHSG Ditutup Menguat Selektif, Perbankan Menopang di Tengah Tekanan Siklus dan Ketahanan Global
|- IHSG naik 0,48% ke 9.075 pada Jumat, bergerak di rentang 9.040–9.100, dengan penguatan tertahan oleh tekanan sektor berbasis siklus.
- Sektor perbankan memimpin kenaikan, dengan INFOBANK15 (+2,30%), PRIMBANK10 (+2,23%), dan IDXBUMN20 (+1,56%) menjadi penopang utama.
- Sentimen global tetap konstruktif didukung data ekonomi AS yang kuat dan rally saham teknologi Asia, meski pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed ke depan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat di zona positif, naik 0,48% ke level 9.075, setelah bergerak di rentang 9.040-9.100. Kenaikan sebesar 42 poin ini menandai kelanjutan minat beli selektif, meski penguatan tertahan oleh tekanan di sektor-sektor berbasis siklus.
Dari sisi sektoral, penguatan IHSG ditopang kuat oleh saham perbankan. INFOBANK15 melonjak 2,30% ke 1.050, diikuti PRIMBANK10 yang naik 2,23% ke 190, serta IDXBUMN20 menguat 1,56% ke 403. Sebaliknya, tekanan terlihat pada sektor industri dan transportasi, dengan IDXINDUST turun 2,31% ke 2.431, IDXTRANS melemah 0,97% ke 2.140, dan IDXBASIC terkoreksi 0,76% ke 2.334.
Sementara itu, arus investasi asing langsung (FDI) Indonesia pada 2025 tercatat sebesar Rp900,9 triliun atau setara USD53,4 miliar, hanya tumbuh 0,1% (yoy), melambat tajam dari kenaikan 21% pada 2024. Meski demikian, FDI kuartal IV mencatat pemulihan dengan pertumbuhan 4,3% (yoy) ke Rp256,3 triliun, setelah sebelumnya terkontraksi 8,9% pada kuartal III.
Dari eksternal, data AS menunjukkan ketahanan ekonomi yang masih kuat. Klaim Tunjangan Pengangguran Awal turun ke 198 ribu, lebih rendah dari ekspektasi 215 ribu, sementara indeks manufaktur regional membaik dengan Empire State Index naik ke 7,7 dan Philadelphia The Fed Index melonjak ke 12,6. Kondisi ini memperkuat ekspektasi suku bunga The Fed bertahan lebih lama, seiring inflasi AS yang masih berada di sekitar 3% (yoy).
Di kawasan, bursa saham Asia menguat pada Jumat siang. Reuters melaporkan bahwa Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mencetak rekor tertinggi di 761,53, didorong rally saham teknologi menyusul kinerja kuat TSMC, sementara indeks saham Taiwan dan Korea Selatan juga mencatat level tertinggi sepanjang masa. Sentimen global turut mendapat dukungan dari pandangan Bank Dunia yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2,6% pada 2026 dan 2,7% pada 2027, serta IMF yang menilai pertumbuhan dunia masih “cukup kuat” meski risiko ke depan tetap cenderung ke arah penurunan.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis Produksi Industri AS serta pidato pejabat The Fed malam ini untuk menilai arah kebijakan dan dampaknya terhadap pergerakan aset berisiko.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.