IHSG Ditutup Menguat ke 5.986, Properti dan Bank Dorong Indeks Semakin Dekat ke 6.000
|- IHSG ditutup naik 70 poin atau 1,19% ke 5.986, berusaha mendesak ke level psikologis 6.000.
- Penguatan ditopang properti dan bank, dengan IDXPROPERT +3,24%, INFOBANK15 +2,80%, dan PRIMBANK10 +2,47%.
- IHSG tetap menguat di tengah tekanan mayoritas bursa Asia, didukung minat beli domestik dan kenaikan cadangan devisa.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa dan semakin dekat ke level psikologis 6.000. Kenaikan ditopang saham-saham properti dan perbankan, sementara kenaikan cadangan devisa Indonesia membantu menjaga persepsi positif terhadap aset domestik.
IHSG naik 70 poin atau 1,19% ke 5.986, dari penutupan sebelumnya di 5.916. Indeks dibuka di 5.933 dan bergerak dalam rentang 5.890-5.987 sepanjang perdagangan.
Secara teknis, level psikologis 6.000 menjadi resistance terdekat IHSG. Penembusan di atas level tersebut dapat membuka ruang menuju 6.200, kemudian 6.400. Sementara itu, support terdekat berada di 5.900. Jika level ini ditembus, IHSG berisiko menguji kembali area 5.600, dekat swing low awal Juli.
Properti dan Bank Jadi Penopang Utama, Bursa Asia Tertekan
Penguatan IHSG terutama ditopang IDXPROPERT yang naik 3,24% ke 750. Dari kelompok perbankan, INFOBANK15 menguat 2,80% ke 814, sementara PRIMBANK10 naik 2,47% ke 148.
Di INFOBANK15, ARTO melonjak 9,5% ke 1.040, BBNI naik 5,8% ke 3.470, dan BBTN menguat 4,7% ke 1.220. Sementara itu, di PRIMBANK10, BBNI, BBTN, dan BBCA menjadi penopang utama, dengan BBCA naik 2,9% ke 6.300.
Namun, sektor teknologi menjadi satu-satunya pemberat hari ini, dengan IDXTECHNO merosot 0,54% ke 6.476. Pelemahan tersebut bergerak searah dengan tekanan pada saham teknologi regional, terutama setelah bursa Korea Selatan terkoreksi tajam akibat aksi jual pada saham semikonduktor dan AI. Proyeksi kinerja Samsung Electronics yang kuat memicu penilaian ulang terhadap valuasi saham berbasis AI, karena investor mulai mewaspadai keberlanjutan reli sektor chip.
Sentimen bursa saham Asia juga bergerak beragam dengan kecenderungan melemah. Nikkei turun 2,12%, KOSPI merosot 4,91%, Shanghai Composite melemah 1,26%, dan Hang Seng turun 0,51%. Sementara itu, STI menjadi pengecualian dengan kenaikan 1,39%.
Cadev Naik, APBN Tetap Dicermati
Kenaikan cadangan devisa turut menjadi faktor yang menopang sentimen domestik. BI melaporkan cadangan devisa Juni naik ke USD145,6 miliar dari USD144,9 miliar pada Mei, didorong penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta stabilisasi Rupiah.
Defisit APBN semester I 2026 yang masih jauh di bawah batas 3% PDB juga membantu meredam kekhawatiran fiskal, meski pasar tetap menunggu arah belanja dan pembiayaan pemerintah pada paruh kedua tahun ini.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.