fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Dibuka dengan Gap Atas di 7.695, Mencerna Peristiwa Luar dan Domestik Baru-Baru ini

  • IHSG berusaha memanfaatkan gap atas dengan naik ke 7.765,61.
  • Fitch Rating merevisi outlook Indonesia menjadi negatif.
  • BEI mempublikaskan informasi pemilik saham di atas 1% setiap bulan.
  • Emas Antam naik sedikit, bertahan di atas Rp3.000.000.

IHSG merayap di 7.718,03 yang lebih tinggi 1,86% dari penutupan hari kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 7.695,34 merangkak naik untuk mencatatkan tertinggi hari 7.765,61 dalam satu jam pertama perdagangan, meskipun kurang tindak lanjut sejauh ini. Kinerja positif ringan ini menyusul penutupan merah untuk tiga hari berturut-turut di tengah konflik Timur Tengah dan revisi prospek oleh Fitch Rating sebelumnya pekan ini.

Indeks-indeks saham Indonesia hijau pada sesi pertama, sebagian besar di atas 2% yang disebabkan gap atas pada pembukaan. LQ45 (+1,49%) didorong oleh saham-saham seperti MBMA (+7,04%), SCMA (+5,98%), MDKA (+4,37%), INKP (+4,11%), BUMI (+2,56%), dll

Di tengah konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung, tekanan lanjutan untuk pasar Indonesia berasal dari Fitch Rating yang menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif pada hari kemarin. Namun, lembaga tersebut masih mempertahankan peringkat Sovereign Credit di level BBB.

Fitch mengatakan keputusan tersebut secara umum karena menilai terjadi peningkatan ketidakpastian kebijakan dan terkikisnya konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan Indonesia di tengah tumbuhnya sentralisasi kewenangan pembuatan kebijakan. Hal tersebut dapat melemahkan prospek fiskal dalam jangka menengah, merusak sentimen investor, dan memberikan tekanan pada cadangan eksternal.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia mempertegas komitmen menjaga stabilitas makroekonomi, melanjutkan disiplin fiskal seperti dimandatkan dalam undang-undang, memperbaiki iklim usaha dan akselerasi pertumbuhan ekonomi, seperti diinformasikan dalam siaran pers Kementerian Keuangan.

Terkait kelanjutan teguran MSCI kepada seluruh otoritas terkait, BEI dan KSEI menerbitkan informasi mengenai kepemilikan saham di atas 1% sebelumnya pekan ini. Aksi tersebut dituang dalam Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/KDK.04/2026 tentang penetapan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada publik.

Informasi kepemilikan saham di atas 1% akan disediakan oleh KSEI dan dipublikasikan dalam situs BEI setiap bulan. Dalam siaran pers BEI, pengungkapan ini merupakan upaya peningkatan kualitas keterbukaan data kepemilikan saham serta sebuah reformasi untuk memperkuat transparansi dan tata Kelola Pasar Modal Indonesia.

Kalender ekonomi Indonesia kosong pada hari ini. Dengan demikian, perhatian pasar akan tertuju pada perkembangan di Timur Tengah serta menganalisis dampak keputusan Fitch dan data kepemilikan saham di atas 1%.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,602% hari ini yang sedikit mundur dari tertinggi baru 2026 di 6,636% yang diraih kemarin. Imbal hasil ini terus mencatatkan tertinggi baru tahun dalam tren naik yang berasal dari terendah 2026 di 6,088% yang ditorehkan pada 7 Januari.

Emas Antam untuk berat 1 gram dijual di harga Rp3.049.000 yang lebih tinggi Rp4.000 dari hari sebelumnya, seperti dicatat dalam situs Logam Mulia. Emas Antam tidak menunjukkan perubahan signifikan saat harga Emas dunia (XAU/USD) ditutup naik 1,04% di $5.141 per troy ons pada hari kemarin, masih jauh dari memulihkan penurunan lebih dari 4% yang terjadi pada hari Selasa.

Konflik antara AS dan Iran masih menjadi pendorong sentimen risiko global. Namun, data tenaga kerja AS seperti Laporan PHK Challenger, Biaya Unit Buruh, Klaim Tunjangan Pengangguran yang akan dirilis pada perdagangan sesi Amerika hari ini bisa menjadi pendorong jangka pendek untuk harga Emas.

Grafik Harian IHSG

Grafik harian IHSG, 5 Maret 2026

Menyusul dua penutupan harian berturut-turut di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari, tren teknis IHSG berubah menjadi bearish. Indeks kesulitan untuk naik lebih jauh di atas tertinggi 2026 yang dicapai di 9.174,47 pada 20 Januari karena dihantam oleh dua peristiwa yaitu pengumuman MSCI dan konflik Timur Tengah. Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 33,04 mengindikasikan bahwa momentumnya bearish setelah tenggelam ke zona jenuh jual kemarin.

SMA 200-hari menjadi resistance di sisi atas. IHSG perlu menembusnya untuk membalikkan tren menjadi bullish kembali. Dalam kasus indeks muncul Kembali di atasnya, penghalang lainnya menunggu di 8.000 (level angka bulat), 8.437,08 (tertinggi Februari 2026), dan 8.596,17 (tertinggi 28 Januari 2026). Dalam kasus penghindaran risiko semakin menguat, support muncul di 7.481,98 (terendah 2026 yang dicapai pada 29 Januari), 7.240 (tertinggi 26 Mei 2025), dan 7.000 (level angka bulat).

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko

Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.

Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.

Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.

Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.