fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Dekat Level Pembukaan 8.321 dengan Perhatian Tertuju pada Pidato Kenegaraan Trump

  • IHSG dibuka dengan gap atas, mencoba pulihkan penurunan kemarin.
  • Danantara dan Arm Limited menandatangani perjanjian kerangka kerja.
  • Perhatian pasar tertuju pada Pidato Kenegaraan Presiden AS, Doland Trump.
  • Emas Antam sedikit koreksi menyusul penurunan 1,61% harga Emas dunia kemarin.

IHSG berada di 8.321,98 yang lebih tinggi 0,50% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan gap atas di 8.318,14 dan mencatatkan terendah dan tertinggi hari masing-masing di 8.259,74 dan 8.373,48 dalam satu jam pertama perdagangan. Indeks kembali ke level-level pembukaan setelah mencatatkan dua level tersebut di tengah sepinya penggerak pasar dari dalam negeri hari ini.

Indeks-indeks saham Indonesia sejauh ini hijau di sesi pertama, meskipun kenaikannya kurang dari 1%. IDX30 (+0,64%) dan IDXHIDIV20 (+0,68%) menjadi indeks dengan kinerja yang baik. Kenaikan IDXHIDIV20 didorong oleh ADRO (+3,06%), TLKM (+1,12%), BBCA (+1,04%), BBRI (+1,03%) dan lainnya.

Pada hari Senin, Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, menjadi saksi penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Danantara dan Arm Limited di London, Inggris. Mengomentari peristiwa tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyebut kerja sama ini bertujuan agar Indonesia dapat menguasai teknologi semikonduktor, seperti diinformasikan dalam situs Presiden RI.

Di tengah sepinya penggerak pasar dari dalam negeri, perhatian investor akan tertuju pada Pidato Kenegaraan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang dimulai pada pukul 02:00 GMT (09:00 WIB) hari ini. Pidato tahun lalu berlangsung selama 99 menit, jika pidato hari ini berlangsung dengan waktu yang relatif sama, para investor akan punya banyak pekerjaan untuk memerhatikan pidato tersebut.

Terkait Indonesia, pasar akan memerhatikan apakah pidato Presiden AS akan menyinggung soal tarif Trump di bawah International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) yang ditolak Mahkamah Agung AS pekan lalu. Serta sikap AS terhadap perundingan nuklir dengan Iran yang belum membuat kemajuan yang berarti. Gangguan geopolitik apa pun berpotensi memengaruhi harga minyak dunia yang pada akhirnya memengaruhi harga BBM di dalam negeri.

Kalender ekonomi Indonesia kosong sampai akhir minggu. Namun, Di awal bulan depan para investor akan disuguhkan oleh beberapa data penting seperti Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global, Neraca Perdagangan, dan Tingkat Inflasi Indonesia.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun di 6,438% yang belum bergerak setelah turun untuk dua hari berturut-turut. Penurunan ini mengindikasikan obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun sedang diminati, meskipun dalam jangka lebih panjang, imbal hasil dalam tren naik dan sempat mencatatkan tertinggi baru 2026 di 6,464% pada 9 Februari.

Emas Antam untuk berat 1 gram dijual di Rp3.023.000 yang lebih Rp45.000 dari harga kemarin, seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Emas Antam kesulitan untuk naik lebih jauh karena harga Emas dunia (XAU/USD) ditutup turun 1,61% di $5.143 per troy ons pada hari kemarin. XAU/USD mematahkan kenaikan empat hari perdagangan berturut-turutnya setelah mencatatkan tertinggi baru Februari 2026 di $5.249 pada hari kemarin.

Hari ini, hanya ada data Permohonan Hipotek MBA AS yang akan dirilis pada pukul 12:00 GMT (19:00 WIB). Data tersebut diprakirakan tidak memberikan dampak yang signifikan. Namun, pada pedagang akan memerhatikan pernyataan pejabat The Fed, Schimd dan Musalem, selama perdagangan sesi Amaerika Utara sebagai pendorong jangka pendek, meskipun bank sentral AS diprakirakan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan bulan depan.

Grafik Harian IHSG

Grafik harian IHSG, 25 Februari 2026

Terlepas dari penurunan lebih dari 1% IHSG pada hari kemarin, tren jangka lebih panjang tetap bullish saat bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Namun dalam jangka pendek, indeks tampak berada dalam mode sideways yang menantikan pendorong signifikan untuk bergerak ke salah satu sisi dengan tegas.

Mode sideways yang disebutkan di atas tampak didukung oleh Relative Strength Index (RSI) 14-hari yang berada di 47,28 mengindikasikan momentumnya netral-ke-bearish karena berada dekat dengan 50.

Penurunan apa pun akan menemukan support terdekat di 7.921,04 (SMA) 200-hari, diikuti oleh 7.712,34 (terendah 3 Februari 2026), dan 7.481,98 (terendah 2026 yang dicapai pada 29 Januari). Dalam kasus IHSG mendapatkan dorongan yang tegas, penghalang di sisi atas masih menunggu di 8.596,17 (tertinggi 28 Januari 2026), 8.980,23 (penutupan 27 Januari 2026), dan 9.000 (level angka bulat).

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.