fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Berusaha Menutup Minggu di Atas 6.000, Pertamina Menanggapi Kenaikan Harga Bahan Bakar Pertamax

  • IHSG tampak kesulitan menembus 6.000 menuju akhir pekan.
  • Pertamina memberikan alasan kenaikan harga BBM non subsidi.
  • BI melakukan Investor Call Confrence untuk meyakinkan mereka.

IHSG bergerak di area 5.974,35 yang lebih tinggi 1,50% dibandingkan penutupan hari kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 5.960,41 dan merayap naik untuk mencatatkan tertinggi hari di 5.994,97 dalam satu jam pertama perdagangan. Indeks berusaha melanjutkan kinerja positif hari-hari sebelumnya menyusul kenaikan suku bunga BI yang mengejutkan pekan ini namun tampak dibebani oleh kabar mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi. Indeks juga menuju penutupan mingguan positif pertama setelah ditutup merah selama tujuh minggu berturut-turut.

Indeks-indeks saham Indonesia hijau di sesi pertama Jumat ini. INFOBANK15 lebih tinggi 1,65% dari penutupan sebelumnya karena dibuka dengan gap atas. Indeks ini didorong oleh BBCA (+2,58%), BBNI (+2,57%), BBTN (+2,53%), dan saham-saham perbankan lainnya yang seluruhnya menunjukkan kinerja positif sejauh ini.

Tidak ada aksi korporasi spesifik yang menjadi pendorong tiga saham perbankan yang disebutkan di atas pada hari ini. Namun, para pemegang BBCA semakin dekat dengan tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar modal pada 15 Juni 2026. Perseroan berencana membagi dividen dengan total sebesar Rp2,45 triliun atau Rp20 per lembar saham yang akan dibayarkan pada 26 Juni 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, memberikan keterangan usai dipanggil Presiden RI, Prabowo Subianto. Menteri Bahlil menjelaskan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi dan LPG bersubsidi tidak mengalami perubahan untuk menjaga daya beli masyarakat namun ada perubahan harga pada BBM nonsubsini untuk menyesuaikan dengan harga pasar.

Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan soal kenaikan Harga Pertamax (dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter) dan Pertamax Green (dari Rp12.900 menjadi Rp17.000) dilakukan karena perkembangan geopolitik dan harga minyak di pasar internasional namun masih menimbang daya beli di masyarakat, seperti diinformasikan dalam media sosial perusahaan.

Dalam keterangannya disebutkan juga harga BBM bersubsidi tetap tidak berubah dengan Pertalite tetap di Rp10.000 dan Biosolar di Rp6.800, sejalan dengan yang ditentukan pemerintah sebelumnya bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan hingga akhir tahun.

Kalender ekonomi Indonesia kosong hari ini. Peristiwa penting selanjutnya dalam jadwal yang berpotensi menggerakkan pasar saham Indonesia adalah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung selama dua hari yang dimulai pada hari Rabu dan diikuti oleh keputusan suku bunga pada hari Kamis pekan depan.

Kegiatan itu tetap dilakukan meskipun sebelumnya pekan ini bank sentral memutuskan untuk menaikkan suku bunga 25 bp dengan perincian BI-Rate menjadi 5,50%, Suku Bunga Deposit Facility menjadi 4,50%, dan Suku Bunga Lending Facility menjadi 6,25%. RDG ini diprakirakan dilakukan untuk menilai dampak dari kenaikan suku bunga dan menilai situasi saat ini.

Menyusul keputusan tersebut, Bank Indonesia melakukan Investor Call Confrence dengan lebih dari 350 investor portofolio besar dari Amerika, Eropa, dan Asia. BI menjelaskan tindakan-tindakan yang dilakukan untuk meyakinkan para para investor. Beberapa tindakan itu adalah melanjutkan intervensi di pasar keuangan, menjaga cadangan devisa lebih dari cukup, menyesuaikan suku bunga BI-Rate dan SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia), memastikan likuiditas domestik tetap terhaga, dan memperdalam pendalaman pasar keuangan nasional.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,292% yang turun 2,02% pada saat berita ini ditulis. Imbal hasil melanjutkan penurunan hari kemarin setelah gagal melanjutkan kenaikan di luar tertinggi baru 2026 yang dicapai di 7,532% pada hari Selasa.

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Jun 18, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: -

Sebelumnya: 5.5%

Sumber: Bank Indonesia

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.