IHSG Berupaya Pertahankan 5.900 Menuju Rilis Data Cadangan Devisa Indonesia
|- IHSG mundur setelah naik empat hari berturut-turut.
- Cadangan Devisa menjadi rilis data penting pada hari ini.
- Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun sideways.
IHSG berada di 5.920,01 yang lebih tinggi 0,07% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 5.933,57 dan merayap lebih tinggi untuk mencatatkan tertinggi hari di 5.943,53, juga level tertinggi sejak 29 Juni 2026. Namun demikian, indeks kesulitan untuk tetap di atas level pembukaan menyusul kinerja positif selama empat hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Belum ada pergerakan besar saat bank sentral Indonesia bersiap merilis data Cadangan Devisa Juni 2026 dalam waktu dekat hari ini.
Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja beragam. Namun demikian, pergerakannya sebagian besar masih di bawah 1%. LQ45 (+0,05%) menjadi salah satu indeks yang berkinerja positif di sesi pertama didorong oleh SMGR (+1,78%), BRPT (+1,33%), ASII (+1,26%), BBCA (+0,41), dan saham-saham lainnya. Kinerja positif indeks tampak diredam oleh saham-saham seperti (INDF -3,62%), ICBP (-2,89%), TLKM (-1,21%), dan WIFI (-0,29%). ICBP mengalami penurunan setelah tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi kemarin, menghapus seluruh kenaikan hampir 3% yang ditorehkan Jumat lalu. Perseroan akan membagikan total dividen sebesar Rp3,09 trilun atau Rp265 per saham yang akan dibayarkan pada 28 Juli 2026
Bank Indonesia (BI) dijadwalkan merilis data Cadangan Devisa Indonesia untuk bulan Juni 2026 hari ini pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Cadangan Devisa bulan sebelumnya mengalami penurunan menjadi $144,9 miliar. Pada dasarnya, data mengalami penurunan bulanan beruntun sejak mencapai $151,9 miliar pada Desember tahun lalu. Data ini menjadi lebih diperhatikan mengingat hubungannya dengan upaya intervensi BI untuk menopang Rupiah yang melemah terhadap Dolar AS. JISDOR (USD-IDR) pada 6 Juli 2026 adalah sebesar Rp17.999.
Data di atas merupakan data satu-satunya untuk hari ini. Setelah itu, para investor saham Indonesia akan mengukur sentimen dari perkembangan terbaru regional maupun global. Bloomberg menginformasikan reporter Axios yang mengutip pejabat AS yang mengatakan bahwa Iran menembakkan setidaknya dua rudal yang menargetkan kapal-kapal komersial saat melewati Selat Hormuz. Tidak ada korban jiwa namun dua kapal mengalami kerusakan.
Meskipun ada kejadian di atas, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tetap tertekan di $69,18 dan Brent di $72,72, level-level pra-perang AS-Iran. Pergerakan harga minyak menjadi pendorong sentimen global selama perang yang disebutkan di atas karena memengaruhi inflasi, mengingat peran vitalnya untuk transportasi barang, serta kebijakan bank-bank sentral di masa depan. Penurunan harga minyak baru-baru ini telah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga, meskipun efek dari kenaikan harga minyak dalam beberapa bulan terakhir diprakirakan belum sepenuhnya hilang.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,146% yang belum bergerak pada basis harian Selasa ini, menyusul penurunan 0,10% pada hari kemarin. Imbal hasil ini memperpanjang aksi sideways yang dimulai sejak akhir bulan lalu.
Indikator Ekonomi
Cadangan Devisa
Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Jul 08, 2026 03.00
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: -
Sebelumnya: $144.9
Sumber: Bank of Indonesia
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.