fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Berupaya Menembus 5.900 Pasca Data Penjualan Ritel

  • IHSG kesulitan untuk merebut kembali level 5.900.
  • Pembaruan konflik AS-Iran menekan sentimen pasar.
  • Penjualan Ritel Indonesia Mei 2026 turun 3,9%.

IHSG bergerak di area 5.892,35 yang lebih tinggi 0,32% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 5.865,76 dan berusaha memangkas penurunan lebih dari 1% hari kemarin dengan naik ke tertinggi hari 5.904,39 dan kesulitan untuk menindaklanjutinya di tengah munculnya kembali potensi konflik AS-Iran dan menguatnya Dolar AS dan harga minyak dunia.

Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja beragam. JII (+0,67) menjadi salah satu indeks yang mengalami kinerja terkuat di sesi pertama yang didorong oleh ENRG (+9,79%), DEWA (+4,70%), RAJA (+4,08%), TPIA (+3,36%), dan saham-saham lainnya. ENRG dan RAJA yang emitennya berhubungan dengan minyak dan gas diprakirakan mendapatkan sentimen positif dari kenaikan harga minyak di tengah munculnya kembali potensi gangguan distribusi komoditas-komoditas ini di Timur Tengah.

Sentimen pasar global mengalami tekanan pada hari kemarin menyusul potensi berkobarnya kembali konflik Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Iran telah berakhir pada perdagangan sesi Eropa Rabu lalu, MoU yang dibuat sebagai upaya untuk mengakhiri perang. Pernyataan tersebut muncul usai aksi saling serang antara AS dan Iran yang dipicu setelah Iran menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Rangkaian peristiwa di atas mengangkat harga minyak dunia untuk dua hari berturut-turut. West Texas Intermediate sempat naik ke $75,73 per barrel dan Brent ke $80,29 per barrel pada hari kemarin, yang memicu kembali kekhawatiran terhadap inflasi. Pergerakan positif minyak yang berkorelasi dengan Dolar AS juga menekan Rupiah yang melanjutkan pelemahan kemarin kembali ke area 18.100 per Dolar AS, lebih jauh membebani sentimen investor.

Yang juga memberikan tekanan pada pasar saham Indonesia adalah S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang membuat pasar saham Indonesia masuk ke dalam daftar pantauan atau Watchlist 2027 serta risiko potensi reklasifikasi ke Frontier Market dari Emerging Market atau status Special Measures jika tidak menyelesaikan masalah transparansi kepemilikan saham dalam waktu satu tahun kalender.

Sebelumnya hari ini, Bank Indonesia (BI) merilis data Penjualan Ritel Mei yang mengalami penurunan 3,9% setelah turun 3,7% pada bulan sebelumnya. Pada basis bulanan, Penjualan Ritel Mei 2026 mengalami penurunan 1,5% yang membaik dari turun 11,6% bulan sebelumnya yang dipengaruhi oleh permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Idul Adha, dan Waisak.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun di 7,258% belum bergerak di perdagangan sesi Asia. Ini menyusul kenaikan dua hari berturut-turut imbal hasil yang pada satu titik meraih tertinggi hari 7,295% dalam sebuah upaya untuk mematahkan tren sideways yang berlangsung sejak 25 Juni 2026.

Indikator Ekonomi

Penjualan Ritel (Thn/Thn)

Data Penjualan Ritel, dirilis oleh Statistik Indonesia, mewakili total pembelian konsumen dari toko ritel. Ini memberikan informasi berharga tentang pengeluaran konsumen yang merupakan bagian konsumsi dari PDB. Meningkatnya penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Namun, jika kenaikannya lebih besar dari perkiraan, mungkin inflasi.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Kam Jul 09, 2026 03.00

Frekuensi: Bulanan

Aktual: -3.9%

Konsensus: -

Sebelumnya: -3.7%

Sumber:

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.