IHSG Berbalik Turun 0,30% ke 6.315 setelah Sempat Menembus 6.400
|- IHSG ditutup turun 0,30% atau 19 poin ke 6.315 setelah sempat menembus 6.400 dan mencapai level tertinggi harian di 6.454.
- BBCA merosot 3,5% ke 6.275 dan menyeret PRIMBANK10 turun 1,75%, sementara sektor properti naik 3,14%.
- Bursa Asia mayoritas menguat, tetapi kontrak berjangka Wall Street melemah dan Brent menembus USD90 per barel di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada perdagangan Kamis setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas level 6.400. Indeks acuan ditutup turun 0,30% atau 19 poin ke 6.315, semakin menjauh dari level tertinggi harian di 6.454.
IHSG sebelumnya dibuka menguat di 6.346 dan sempat menembus resistance 6.400, tetapi tekanan jual membawa indeks turun hingga 6.306 menjelang penutupan. Pergerakan tersebut memperpanjang koreksi setelah reli sembilan hari berturut-turut terhenti pada perdagangan Rabu.
Saham Bank Menekan IHSG
Tekanan terutama berasal dari saham perbankan, dengan indeks PRIMBANK10 turun 1,75%. BBCA memimpin pelemahan setelah merosot 3,5% atau 225 poin ke 6.275, disusul BDMN yang turun 1,7% ke 4.100 dan PNBN sebesar 1,1% ke 900. Koreksi juga terlihat pada IDX High Dividend 20 dan IDX ESG Leaders yang masing-masing melemah 1,42% dan 1,47%.
Di sisi lain, sektor properti menjadi penopang utama dengan kenaikan 3,14%. Sektor barang konsumen primer menguat 1,57%, sementara indeks IDX Sharia Growth bertambah 1,67%. Namun, penguatan tersebut belum cukup untuk mengimbangi tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar dan mengangkat IHSG ke zona positif. Nilai transaksi saham hari ini mencapai Rp23,89 triliun dengan volume 59,78 miliar lembar dan frekuensi 3,15 juta kali.
Bursa Global Bergerak Beragam, Minyak Melonjak
Pergerakan IHSG berlangsung ketika bursa Asia mayoritas mencatat kenaikan. KOSPI memimpin dengan lonjakan 4,40%, disusul Hang Seng yang naik 1,28%, Nikkei 225 sebesar 0,46%, Shanghai Composite 0,25%, dan ASX 200 sekitar 0,18%. Straits Times menjadi satu-satunya indeks utama yang melemah, turun 0,24%.
Sentimen dari Wall Street lebih berhati-hati. Kontrak berjangka indeks saham AS melemah setelah laporan keuangan Alphabet dan Tesla kembali memunculkan kekhawatiran mengenai tingginya belanja investasi kecerdasan buatan.
Harga minyak Brent yang melonjak menembus USD90 per barel turut mewarnai sentimen negatif, setelah ancaman serangan AS terhadap infrastruktur Iran dan serangan Houthi terhadap dua kapal tanker Saudi meningkatkan kekhawatiran pasokan.
IHSG Gagal Bertahan di Atas Resistance 6.400
Secara teknis, IHSG sempat menembus resistance 6.400 sekaligus garis tren turun yang membatasi pergerakan sejak akhir Februari, tetapi gagal mempertahankan kenaikan dan ditutup di 6.315. Area 6.400 kembali menjadi resistance terdekat, sementara support awal berada di sekitar level psikologis 6.300.
Penurunan lebih lanjut akan membawa perhatian ke level terendah perdagangan Rabu 6.284, sebelum ke area 6.000-5.900. Relative Strength Index (RSI) harian di 61,47 masih berada di atas garis sinyal 52,80, meski momentumnya tertahan setelah indeks ditolak dari resistance.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.