IHSG Anjlok selama Dua Hari di Tengah Sorotan MSCI, OJK Dorong Reformasi
|- IHSG turun 1,06% ke 8.232, tertekan sentimen kehati-hatian menyusul sorotan MSCI, meski sempat pulih sekitar 10% dari level terendah intraday.
- OJK dan BEI menyiapkan reformasi pasar modal, termasuk kenaikan batas minimal free float menjadi 15% sebagai respons atas isu transparansi.
- Sektor perbankan dan saham dividen menguat, sementara sektor siklikal tertekan di tengah tekanan global dan sikap ketat The Fed.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,06% ke level 8.232 pada perdagangan Kamis, turun 88 poin dari penutupan sebelumnya di 8.320. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 8.296-7.481, mencerminkan tekanan jual yang menguat sejak awal sesi di tengah kehati-hatian investor menyusul sorotan MSCI terkait risiko investasi Indonesia. Meski demikian, dari level terendah dalam perdagangan harian 7.481, IHSG sempat mencatat pemulihan sekitar 10% menjelang akhir sesi, menandakan adanya respons beli di area bawah meski belum cukup kuat untuk membalikkan arah pelemahan harian.
Dorong Reformasi Pasar Modal Pasca Sorotan MSCI, Free Float Dinaikkan Jadi 15%
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan langkah pembenahan struktural pasar modal Indonesia sebagai respons atas meningkatnya perhatian investor global terhadap aspek tata kelola dan transparansi. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar menyatakan upaya ini mendapat dukungan luas dari pemerintah, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan, dengan tujuan memperkuat kredibilitas pasar domestik agar sejalan dengan praktik dan standar internasional.
Langkah tersebut menyusul keputusan MSCI yang menangguhkan sementara proses rebalancing saham Indonesia di seluruh indeksnya, setelah menerima masukan investor global terkait kejelasan regulasi dan isu konsentrasi kepemilikan saham. Menanggapi hal itu, OJK bersama Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmen untuk membuka ruang dialog berkelanjutan dengan investor guna meredam ketidakpastian dan memulihkan kepercayaan pasar.
Sebagai bagian dari agenda reformasi, OJK dan BEI akan menaikkan ambang batas minimum free float saham menjadi 15% dari sebelumnya 7,5%, yang direncanakan mulai berlaku pada Februari 2026. Ketentuan ini akan diterapkan secara menyeluruh bagi seluruh emiten, baik yang telah tercatat maupun calon IPO, dengan penerapan exit policy bagi perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan dalam jangka waktu yang ditetapkan.
Perbankan dan Saham Dividen Menguat, Sektor Siklikal Tertekan
Dari sisi sektoral, pergerakan pasar menunjukkan pola yang terbelah. Sektor perbankan justru mencatat penguatan, dengan PRIMBANK10 naik 2,92% ke 178 dan INFOBANK15 menguat 1,70% ke 987, mencerminkan minat selektif investor pada saham-saham berfundamental besar. IDXHIDIV20 juga ditutup positif 1,47% ke 500, menandakan saham berdividen relatif lebih defensif di tengah volatilitas. Sebaliknya, tekanan jual masih mendominasi sektor sensitif siklus, dengan IDXCYCLIC melemah 4,89% ke 1.262, diikuti IDXSMC-COM turun 4,20% ke 485 dan IDXPROPERT terkoreksi 3,83% ke 1.111.
Global Membayangi IHSG: Sikap Dolar AS, The Fed, dan Isu Independensi Bank Sentral
Tekanan terhadap IHSG juga berasal dari eksternal. Pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menegaskan komitmen Amerika Serikat terhadap kebijakan dolar AS yang kuat, sekaligus membantah spekulasi intervensi untuk menopang yen Jepang. Menurut Michael Brown dari Pepperstone London, koreksi dan rebound dolar AS dinilai wajar setelah Bessent menepis anggapan bahwa pemerintahan Donald Trump menginginkan dolar yang lebih lemah, sehingga memengaruhi sentimen aset berisiko secara global.
Sementara itu, Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari, dengan Ketua Jerome Powell menegaskan inflasi masih tinggi meski pasar tenaga kerja menunjukkan tanda stabilisasi. Powell menyatakan The Fed tidak berada pada jalur kebijakan yang telah ditentukan, dengan pasar memprakirakan bank sentral AS baru akan kembali menyesuaikan suku bunga paling cepat pada Juni. Setelah keputusan tersebut, perhatian pasar juga tertuju pada dinamika politik bank sentral AS, setelah Donald Trump mengisyaratkan akan segera mengumumkan calon Ketua The Fed baru untuk menggantikan Powell – isu yang kembali memicu kekhawatiran atas independensi kebijakan moneter AS dan menambah lapisan kehati-hatian di pasar global.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.