HRTA Turun ke 2.150, Perseroan Menandatangani Kerja Sama dengan Bank Mandiri
|- HRTA kesulitan memanfaatkan pembukaan gap naik, turun sepanjang hari.
- Perseroan melakukan kerja sama jual beli dengan Bank Mandiri.
- Kisaran sideways jangka pendek masih membatasi saham ini.
HRTA lebih rendah 1,83% dari penutupan hari kemarin untuk diperdagangkan di 2.150 pada sesi II Rabu ini. Saham PT Hartadinata Abadi Tbk dibuka dengan gap naik di 2.200. Namun demikian, saham ini kesulitan untuk memanfaatkan kondisi tersebut dan turun ke terendah hari 2.150 meskipun ada kabar soal penandatanganan kerja sama jual beli dengan Bank Mandiri.
Penurunan HRTA turut membebani indeks LQ45 yang turun 0,30%, berpotensi mematahkan kinerja positif tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Selain HRTA, penurunan indeks ini terutama ditekan oleh saham United Tractors (UNTR, -3,3%), Solusi Sinergi Digital (WIFI, -2,76%), dan XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL, -2,09%).
Perseroan Melakukan Kerja Sama dengan Bank Mandiri
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pasca-penutupan pasar kemarin, perseroan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama jual beli produk EMASKU dengan Bank Mandiri. Perseroan bertindak sebagai penjual dan Bank Mandiri sebagai pembeli.
Jenis produk dalam jual beli ini adalah Emas batangan dengan kadar emas murni 99,99% dengan merek EMASKU. Perinciannya adalah EMASKU Minted Bar dalam denominasi 1 gram, 2 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram. Dan EMASKU Casted Bar dalam denominasi 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram.
Jangka waktu perjanjian ini efektif selama satu tahun sejak penandatanganan perjanjian. Perseroan mengklaim tujuan dari aksi korporasi ini adalah untuk mengembangkan aktivitas usaha kedua belah pihak terutama memperkuat saluran distribusi produk EMASKU.
HRTA Terjebak dalam Kisaran Sideways
Dalam jangka pendek, HRTA terlihat bergerak naik dan turun di dalam kisaran sideways yang terbentuk sejak akhir Agustus. Tren tersebut juga diperkuat oleh aksi harga yang bolak-balik di sekitar Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 46,21 tepat di bawah level netral 50, mengindikasikan momentum netral-bearish.
Level-level teknis di sisi bawah yang perlu diperhatikan adalah 2.070 (terendah 17 September, batas bawah kisaran sideways), 2.000 (level angka bulat), dan 1.805 (terendah 3 Agustus). Sementara di sisi atas, resistance teknis saham ini muncul di 1.350 (tertinggi 4 September, batas atas kisaran sideways), 2.470 (tertinggi 26 Agustus), dan 2.600 (terendah 5, 11, dan 13 Mei).
Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia
Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.
Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.
Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.
Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.