Harga Emas Melonjak setelah Payroll AS yang Lemah Mengguncang Dolar AS
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- Emas naik lebih dari 1% setelah Nonfarm Payrolls AS menunjukkan kehilangan 92 ribu pekerjaan.
- Pengangguran naik menjadi 4,4%, mendorong taruhan penurunan suku bunga The Fed menjadi 43 bp.
- XAU/USD masih menuju penutunan mingguan karena Dolar AS yang kuat dan imbal hasil yang membebani.
Harga Emas (XAU/USD) melonjak pada hari Jumat selama perdagangan sesi Amerika Utara, didorong oleh laporan tenaga kerja AS yang lebih lemah dari yang diprakirakan dan sentimen pasar yang risk-off di tengah konflik Timur Tengah. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di dekat $5.140, naik lebih dari 1%.
Emas Rebound seiring Meningkatnya Penghindaran Risiko dan Para Trader Meningkatkan Taruhan Penurunan Suku Bunga The Fed
Meski mencatatkan kenaikan pada hari Jumat, Emas diprakirakan akan mengakhiri minggu dengan catatan yang lebih rendah. Faktor-faktor seperti penguatan Dolar AS yang luas dan meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS membebani logam kuning, diprakirakan akan mengakhiri minggu dengan turun hampir 2,50%.
Sementara itu, data Nonfarm Payrolls AS untuk bulan Februari sangat mengecewakan, dengan ekonomi kehilangan lebih dari 92 ribu pekerjaan, di bawah prakiraan penciptaan 59 ribu pekerjaan. Tingkat Pengangguran naik menjadi 4,4%, tetapi tetap di bawah proyeksi 4,5% Federal Reserve untuk tahun 2026.
Penjualan Ritel AS untuk bulan Januari menyusut 0,2% MoM akibat penurunan penjualan mobil, terkait dengan gangguan cuaca musim dingin. Para ekonom memprakirakan penurunan sebesar 0,3%, sehingga laporan tersebut lebih baik dari yang diprakirakan, tetapi mengungkapkan penurunan dalam konsumsi rumah tangga, yang jatuh untuk dua bulan berturut-turut.
Setelah data tersebut, para trader memprakirakan penurunan suku bunga The Fed 43 basis poin menjelang akhir tahun, naik dari 35 basis poin sehari sebelumnya, seperti yang diungkapkan oleh data Prime Market Terminal.
Beberapa pejabat The Fed memberikan komentar. Presiden The Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, menyatakan bahwa bisnis tidak merekrut orang, sementara Gubernur Stephen Miran mengatakan bahwa dia ragu untuk terlalu seksama membaca data tenaga kerja satu bulan, menambahkan bahwa kebijakan saat ini salah kalibrasi, terlalu ketat.
Mary Daly dari The Fed San Francisco mengatakan bahwa data ketenagakerjaan bulan Februari mengecewakan dan merusak anggapan bahwa pasar tenaga kerja sedang stabil. Namun, dia menambahkan bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga stabil, "sambil mengumpulkan lebih banyak informasi."
Dengan latar belakang ini, para trader dapat memprakirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan 17-18 Maret, namun perhatian akan tertuju pada pembaruan dot-plot dalam Ringkasan Proyeksi Ekonomi (Summary of Economic Projections/SEP).
Minggu Depan, Agenda Ekonomi AS Padat
Minggu depan, jadwal ekonomi AS akan menampilkan data inflasi di sisi konsumen, data perumahan, Produk Domestik Bruto (PDB), Pesanan Barang Tahan Lama, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal, dan pengukur inflasi yang disukai The Fed, Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) Inti.
Prospek Teknis XAU/USD: Emas Diperdagangkan Dalam Kisaran $5.100-$5.150
Bias harga Emas adalah ke atas, meskipun pada saat berita ini ditulis, para pembeli gagal menembus tertinggi Kamis di $5.195, yang dapat membuka peluang untuk menantang $5.200. Momentum bullish tampak lemah seperti yang digambarkan oleh Relative Strength Index (RSI), di atas level netral 50, tetapi masih jauh dari puncak terbarunya.
Jika XAU/USD melampaui $5.150, resistance berikutnya adalah tertinggi 5 Maret di $5.194. Jika terjadi penguatan lebih lanjut, tertinggi harian 4 Maret di $5.206 akan menjadi target berikutnya, diikuti oleh tertinggi 24 Februari di $5.249 dan kemudian $5.300.
Sebaliknya, jika harga Emas mundur di bawah $5.100, ini membuka peluang untuk menguji Simple Moving Average (SMA) 20-hari di $5.091. Area permintaan berikutnya akan berada di level $5.000, sebelum SMA 50-hari di dekat $4.855, sebelum level terendah siklus 17 Februari di $4.841.
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.