Harga Antam Bertahan Tinggi Seiring Lonjakan Emas Dunia
|- Harga emas Antam bertahan tinggi, Rp2,71 juta per gram dan Rp26,61 juta untuk 10 gram (termasuk pajak).
- Emas global melonjak >2,5% ke kisaran 4.710-4.715 menjelang sesi Eropa.
- Risiko geopolitik & ketegangan dagang menjaga minat safe-haven jelang data PCE dan PDB AS.
Pada 20 Januari 2026, harga emas batangan Antam yang dirilis Logammulia.com mencatat harga 1 gram sebesar Rp2.705.000 atau Rp2.711.763 setelah dikenakan PPh 0,25%, sementara emas ukuran 10 gram dipatok di Rp26.545.000 atau Rp26.611.363 termasuk pajak. Harga ini mencerminkan posisi emas domestik pada pagi hari dan diperbarui setiap pukul 08.30 WIB.
Sejalan dengan itu, harga emas global menguat tajam menjelang sesi Eropa dan diperdagangkan di kisaran 4.710-4.715, mencatat kenaikan lebih dari 2,5%. Penguatan ini ditopang meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik, bersamaan dengan sikap kehati-hatian pasar menjelang rilis data ekonomi utama Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan The Fed.
Pasar global kembali dibayangi ketidakpastian, dengan investor tetap mempertahankan sikap defensif meski Presiden AS Donald Trump terlihat menurunkan eskalasi ancaman militer terhadap Iran. Fokus risiko kini bergeser ke konflik Rusia-Ukraina yang terus berlangsung, terutama setelah serangan terbaru Rusia ke fasilitas energi Ukraina memicu pemadaman luas, serta meningkatnya kekhawatiran atas friksi dagang lintas Atlantik.
Dalam perkembangan terpisah, Trump menyatakan akan membawa isu Greenland ke forum Davos, sembari mengisyaratkan telah menentukan figur pengganti Ketua The Fed dan membuka kemungkinan keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam inisiatif dewan perdamaian. Namun, rencana penerapan tarif 200% terhadap produk anggur dan sampanye Prancis justru memperbesar ketegangan dengan Eropa, memicu respons keras dari Paris dan memperkuat narasi risiko perang dagang AS-UE.
Lanskap geopolitik dan perdagangan yang semakin kompleks ini mendorong pasar menata ulang ekspektasi kebijakan moneter, dengan proyeksi pelonggaran agresif The Fed pada 2026 mulai diturunkan. Investor kini mengalihkan perhatian ke data inflasi PCE AS dan laporan PDB final, yang dinilai krusial untuk membaca arah suku bunga ke depan serta implikasinya bagi emas.
Emas Bertahan di Jalur Penguatan, Momentum Uji Area Atas Jelang Sesi Eropa
Dari sudut pandang teknis, harga emas melanjutkan penguatan dan diperdagangkan di atas 4.700, mencatat kenaikan harian sekitar 2,5%. Pergerakan ini menegaskan tren naik yang masih terjaga, dengan harga tetap bergerak di jalur penguatan jangka menengah.
Dari sisi momentum, dorongan beli masih dominan meski Relative Strength Index (RSI) sudah berada di area tinggi, mengindikasikan kekuatan tren sekaligus membuka ruang jeda teknis jangka pendek. Selama emas mampu bertahan di atas area 4.650-4.680, bias penguatan dinilai tetap utuh.
Di sisi atas, area 4.750-4.800 mulai menjadi zona yang menguji keberlanjutan kenaikan. Kegagalan menembus area ini berpotensi memicu konsolidasi sehat, sementara penembusan bersih akan membuka ruang kelanjutan tren naik dalam waktu dekat.
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.