Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tunggu Data Uang Beredar (M2)
|Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Senin, 22 Juni:
Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 100,83 pada perdagangan hari ini setelah menembus resistance 100,60-100,64. Indeks sempat menyentuh 100,89, dengan momentum beli masih terjaga selama pergerakannya bertahan di atas zona breakout tersebut.
Greenback mendapat dukungan tambahan dari memburuknya sentimen risiko global menyusul perkembangan geopolitik selama akhir pekan dan keputusan Iran menutup kembali Selat Hormuz. Sikap hawkish Federal Reserve AS (The Fed) turut menjaga permintaan terhadap Dolar.
Sementara itu dari sisi Rupiah, kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebesar 25 basis poin atau 0,25 poin persentase menjadi 5,75% pada Kamis pekan lalu belum cukup menahan tekanan terhadap mata uang Garuda. Sehari setelah keputusan tersebut, pasangan mata uang USD/IDR tetap ditutup naik 10 poin atau 0,06% ke 17.804, sehingga satu Dolar AS setara dengan sekitar Rp17.804.
Dari dalam negeri, perhatian pasar pada Selasa, 23 Juni, tertuju pada data uang beredar dalam arti luas (M2) periode Mei yang dijadwalkan rilis pukul 10.00 WIB. Pertumbuhan M2 melambat menjadi 9,2% secara tahunan pada April dari 9,7% pada bulan sebelumnya.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.