Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Bergerak di Rp17.917 saat Tunggu Keputusan BI-Rate
|Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Rabu, 22 Juli:
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak di sekitar 101,18 pada awal perdagangan sesi Asia, setelah bertahan dekat level tertinggi satu pekan. Greenback masih berada dalam tarik-menarik antara permintaan aset safe haven akibat berlanjutnya serangan AS terhadap Iran dan harapan de-eskalasi setelah proposal gencatan senjata selama 10 hari disampaikan kepada Teheran.
Pada akhir perdagangan sesi domestik Selasa, Rupiah ditutup menguat 0,31% ke wilayah Rp17.880 per Dolar AS. Pagi ini, perdagangan offshore menunjukkan pasangan mata uang USD/IDR bergerak di sekitar Rp17.917.
Fokus utama pasar domestik tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) bulan Juli yang dijadwalkan diumumkan sekitar pukul 07:30 GMT (14:30 WIB). Kalender ekonomi mencantumkan konsensus kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,00%, disertai peningkatan suku bunga Deposit Facility menjadi 5,00% dan Lending Facility menjadi 6,75%. RDG berlangsung pada 21-22 Juli.
ING memprakirakan BI menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 6,00% untuk memperkuat stabilitas Rupiah. Bank tersebut menilai suku bunga yang lebih tinggi dan imbal hasil SRBI yang menarik diperlukan untuk menjaga arus modal asing, terutama ketika kenaikan harga minyak kembali meningkatkan risiko terhadap neraca eksternal Indonesia.
Berbeda dari konsensus, Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede, seperti dikutip Media Indonesia, memprakirakan BI mempertahankan suku bunga di 5,75% dengan komunikasi yang tetap tegas. Ia menilai kenaikan kumulatif 100 basis poin sejak Mei perlu diberi waktu untuk ditransmisikan, sementara peluang pengetatan tambahan tetap terbuka apabila Rupiah kembali mengalami tekanan tajam.
Apabila BI menaikkan suku bunga sesuai konsensus, total pengetatan sejak Mei akan mencapai 125 basis poin dari posisi awal 4,75%. Bank sentral sebelumnya menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin pada Mei, 25 basis poin melalui keputusan di luar jadwal pada 9 Juni, dan 25 basis poin lagi pada RDG Juni hingga menjadi 5,75%.
Selain keputusan suku bunga, BI dijadwalkan merilis pertumbuhan kredit perbankan bulan Juni. Kredit pada Mei tumbuh 11,51% secara tahunan, meningkat dari 9,98% pada April dan merupakan laju terkuat sejak Juli 2024. Data Juni akan memberikan gambaran mengenai perkembangan intermediasi perbankan setelah akselerasi pada bulan sebelumnya.
Pertanyaan Umum Seputar Bank-Bank Sentral
Bank Sentral memiliki mandat utama yaitu memastikan adanya stabilitas harga di suatu negara atau kawasan. Perekonomian terus-menerus menghadapi inflasi atau deflasi ketika harga barang dan jasa tertentu berfluktuasi. Kenaikan harga yang terus-menerus untuk barang yang sama berarti inflasi, penurunan harga yang terus-menerus untuk barang yang sama berarti deflasi. Tugas bank sentral adalah menjaga permintaan tetap sesuai dengan mengubah suku bunga kebijakannya. Bagi bank sentral terbesar seperti Federal Reserve AS (The Fed), Bank Sentral Eropa (ECB) atau Bank of England (BoE), mandatnya adalah menjaga inflasi mendekati 2%.
Bank sentral memiliki satu alat penting yang dapat digunakan untuk menaikkan atau menurunkan inflasi, yaitu dengan mengubah suku bunga acuannya, yang umumnya dikenal sebagai suku bunga. Pada saat-saat yang telah dikomunikasikan sebelumnya, bank sentral akan mengeluarkan pernyataan dengan suku bunga acuannya dan memberikan alasan tambahan terkait mengapa bank ini mempertahankan atau mengubahnya (memotong atau menaikkan). Bank-bank lokal akan menyesuaikan suku bunga tabungan dan pinjaman mereka, yang pada gilirannya akan mempersulit atau mempermudah orang untuk mendapatkan penghasilan dari tabungan mereka atau bagi perusahaan-perusahaan untuk mengambil pinjaman dan melakukan investasi dalam bisnis mereka. Ketika bank sentral menaikkan suku bunga secara substansial, hal ini disebut pengetatan moneter. Ketika memotong suku bunga acuannya, maka disebut pelonggaran moneter.
Bank sentral sering kali independen secara politik. Anggota dewan kebijakan bank sentral melewati serangkaian panel dan sidang sebelum diangkat ke kursi dewan kebijakan. Setiap anggota di dewan tersebut sering kali memiliki keyakinan tertentu tentang bagaimana bank sentral harus mengendalikan inflasi dan kebijakan moneter berikutnya. Anggota yang menginginkan kebijakan moneter yang sangat longgar, dengan suku bunga rendah dan pinjaman murah, untuk meningkatkan ekonomi secara substansial semantara merasa puas melihat inflasi sedikit di atas 2%, disebut 'dove'. Anggota yang lebih suka melihat suku bunga yang lebih tinggi untuk menghargai tabungan dan ingin menjaga inflasi tetap rendah setiap saat disebut 'hawk' dan tidak akan beristirahat sampai inflasi mencapai atau sedikit di bawah 2%.
Biasanya, ada ketua atau presiden yang memimpin setiap rapat, perlu menciptakan konsensus antara pihak yang mendukung atau menentang kebijakan moneter dan memiliki keputusan akhir ketika keputusan harus diambil berdasarkan suara yang terbagi untuk menghindari hasil seri 50-50 mengenai apakah kebijakan saat ini harus disesuaikan. Ketua akan menyampaikan pidato yang sering kali dapat diikuti secara langsung, di mana sikap dan prospek moneter saat ini dikomunikasikan. Bank sentral akan mencoba untuk mendorong kebijakan moneternya tanpa memicu perubahan tajam pada suku bunga, ekuitas, atau mata uangnya. Semua anggota bank sentral akan mengarahkan sikap mereka ke pasar sebelum acara rapat kebijakan. Beberapa hari sebelum rapat kebijakan berlangsung hingga kebijakan baru dikomunikasikan, anggota dilarang berbicara di depan umum. Hal ini disebut periode blackout.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.