Fokus Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tertekan di Seputar Konflik AS-Iran, Pasar Menantikan Data Penjualan Ritel
|Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Kamis, 9 Juli:
Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur Dolar AS terhadap enam mata uang utama mencatatkan tertinggi hari 101,27 pada hari kemarin untuk ditutup turun 0,03% di 101,06 di tengah pembaruan ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Iran telah berakhir pada perdagangan sesi Eropa Rabu lalu. Trump menyatakan, "Saya tidak ingin berurusan dengan Iran, mereka adalah orang-orang yang sakit"
Ini menyusul peristiwa Iran menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dan diikuti oleh serangan AS yang menargetkan infrastuktur militer Iran pada pekan ini. Rangkaian peristiwa ini mendorong harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik selama Selasa dan Rabu ke $75,73 per barel dan Brent ke $80,29 per barel.
Rupiah Ditekan, Pasar Menantikan Data Penjualan Ritel
Penguatan Dolar AS dan harga minyak mentah membuat Rupiah melemah ke 18.159 per Dolar AS pada hari kemarin, level terlemah sejak 10 Juni 2026, meskipun sedikit rebound untuk ditutup di 18.083 yang memangkas penguatan hari sebelumnya.
Perhatian para pedagang kini beralih ke data domestik Indonesia. Bank Indonesia (BI) akan merilis data Penjualan Ritel Mei yang dijadwalkan hari ini pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Tidak ada prakiraan untuk data ini setelah turun 3,7% Tahun-ke-Tahun (YoY) sebelumnya.
Kelanjutan pelemahan dalam data penjualan ritel dan peningkatan intensitas ketegangan AS-Iran dapat mengekspos sisi atas USD/IDR di 18.159 dan 18.240. Sementara di sisi bawah, pasangan mata uang ini memiliki support di 18.000 dan 17.915.
Indikator Ekonomi
Penjualan Ritel (Thn/Thn)
Data Penjualan Ritel, dirilis oleh Statistik Indonesia, mewakili total pembelian konsumen dari toko ritel. Ini memberikan informasi berharga tentang pengeluaran konsumen yang merupakan bagian konsumsi dari PDB. Meningkatnya penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Namun, jika kenaikannya lebih besar dari perkiraan, mungkin inflasi.
Baca lebih lanjutInformasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.