Federal Reserve: Skenario Menuju FOMC – DBS
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel AsliEkonom DBS Group Research Eugene Leow mencatat bahwa investor tetap berhati-hati terhadap keputusan FOMC mendatang, dengan pasar memprakirakan peluang 34% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Juli dan peluang hampir penuh untuk September. Ia menyoroti sinyal Taylor Rule yang mengarah pada pengetatan, kekhawatiran inflasi yang persisten dan premi risiko minyak, serta menguraikan reaksi kurva imbal hasil yang kontras dalam skenario The Fed menahan suku bunga versus menaikkan suku bunga untuk Treasury AS.
Risiko FOMC bagi Kurva Imbal Hasil AS
"Para investor tetap sangat berhati-hati terhadap pertemuan FOMC mendatang. Jeda dalam permusuhan AS-Iran memang memicu koreksi turun pada harga minyak mentah, tetapi pasar masih memberikan peluang 34% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pekan ini dan peluang mendekati 100% untuk pertemuan pada bulan September."
"Pertama, versi model Taylor Rule kami mengarah pada pengetatan The Fed. Di era berkurangnya forward guidance, data kemungkinan memiliki signifikansi yang lebih besar."
"Kedua, pasar masih mencemaskan inflasi, sebagaimana tercermin dari kenaikan tipis tingkat breakeven 2 tahun dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, meskipun harga minyak mentah baru-baru ini turun dan data IHK (CPI) Juni menunjukkan tekanan yang moderat."
"Narasi seputar konflik Timur Tengah berubah dengan cepat dan mungkin masuk akal untuk berasumsi bahwa akan ada sedikit premi pada harga minyak dan dengan demikian inflasi untuk masa mendatang."
Jika The Fed mempertahankan suku bunga, kami memprakirakan kurva imbal hasil akan sedikit menanjak, dengan tekanan kenaikan yang lebih nyata di kurva tenor panjang. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berpotensi bergerak menuju kisaran 4,7%–4,8%. Sementara itu, imbal hasil tenor pendek kemungkinan tidak akan serta-merta menghapus ekspektasi pengetatan The Fed. Jika The Fed secara mengejutkan menaikkan suku bunga, kami memprakirakan Treasury AS tenor panjang akan menguat, (imbal hasil 10 tahun berpotensi turun menuju 4,5%), seiring meningkatnya keyakinan bahwa inflasi dapat dikendalikan oleh sikap The Fed yang lebih waspada.
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan telah ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.