EXCL Berupaya Pulihkan Penurunan Kemarin, Naik +2% di Tengah Pengumuman RUPS Luar Biasa
|- EXCL dalam perjalanan menuju memulihkan penurunan Rabu.
- Perseroan akan menggelar RUPS Luar Biasa bulan depan.
- Kisaran sideways masih bertahan sejak akhir bulan lalu.
EXCL lebih tinggi 2,58% dari penutupan Rabu untuk diperdagangkan di 2.780 di awal sesi II hari ini. Saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk dibuka di 2.710 dan merayap naik ke tertinggi harian 2.790 di tengah kabar bahwa perseroan akan mengadakan RUPS Luar Biasa. Kenaikan saham ini sekaligus memangkas hampir seluruh penurunan kemarin, meskipun masih terjebak dalam kisaran sideways jangka pendek.
Kinerja positif EXCL turut menopang kenaikan indeks LQ45 dan sektor Infrastruktur di mana saham ini berada. EXCL bersama sebagian besar saham juga mendorong IHSG naik ke 6.670,43, level tertinggi baru sejak 18 Mei 2026 di tengah penguatan Rupiah ke 17.653 terhadap Dolar AS hari ini.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Oktober
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis di sesi I, perseroan memiliki rencana untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat akan digelar pada Senin, 12 Oktober 2026 di Jakarta. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak menghadiri rapat adalah 17 September 2026. Belum ada informasi mengenai agendanya. Namun, agenda rapat diprakirakan diumumkan pada Pemanggilan Rapat setelah tanggal DPS.
Tidak ada lagi informasi lebih lanjut dari perseroan. Namun, kabar signifikan terbaru adalah laporan keuangan yang diaudit yang dirilis pada pertengahan bulan lalu. Dalam laporan itu disebutkan bahwa perseroan mengalami kerugian yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp994,15 miliar sepanjang semester I 2026. Meskipun rugi, perseroan menekan kerugian dari Rp1,22 triliun pada semester I 2025. Perseroan masih mengalami kerugian menyusul ekspansi infrastruktur jaringan serta merger dengan Smartfren Telecom.
Yang lebih diperhatikan para investor tampaknya adalah penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp23,99 triliun yang lebih tinggi jika dibandingkan Rp19,09 triliun pada semester I tahun lalu. Hal tersebut terlihat dari EXCL yang mengalami kenaikan dalam beberapa hari hingga level 2.930 pasca rilis laporan keuangan.
Momentum Masih Bullish
Meskipun EXCL naik lebih dari 2%, saham ini terjebak dalam kisaran sideways jangka pendek yang dibuat sejak akhir bulan lalu. Namun, tren jangka panjang saham ini secara teknis cenderung turun karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang sempat dipersempit jaraknya pada pertengahan Agustus namun kurang tindak lanjut.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 56,51 menunjukkan bahwa momentum bullish, meskipun dekat dengan level netral 50. Level-level teknis sisi atas yang perlu diperhatikan dalam saham ini di luar batas atas kisaran sideways adalah 2.930 (tertinggi 18 dan 19 Agustus), 2.979 (SMA 200-hari), dan 3.240 (tertinggi 7 dan 8 Mei). Sementara di sisi bawah, support teknis hadir di 2.660 (terendah 26 Agustus), 2.350 (terendah 27 Juli), dan 2.310 (terendah 2026 yang ditorehkan pada 30 Juni).
Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia
Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.
Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.
Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.
Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.