Emas: Tren Naik Tertunda karena Penyesuaian Harga The Fed Hawkish – OCBC
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel AsliAnalis Strategi Valas OCBC Sim Moh Siong melaporkan bahwa Emas mengalami tekanan setelah menembus di bawah moving average 200 hari akibat narasi The Fed yang lebih hawkish dan kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu oleh minyak. Harga kemudian stabil seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah, namun risiko kebijakan pasar negara berkembang dan imbal hasil yang lebih tinggi membebani permintaan aset safe-haven. OCBC memangkas prakiraan harga Emas akhir 2026, namun mempertahankan bahwa faktor pendorong bullish struktural tetap utuh dan tren naik hanya tertunda.
Daya Tarik Safe-Haven Teruji oleh Risiko Pasar Negara Berkembang
"Penembusan di bawah moving average 200 hari, yang didorong oleh narasi The Fed yang lebih hawkish, memicu akselerasi aksi jual pada emas. Harga kemudian stabil setelah sempat turun di bawah USD4.300 karena harga minyak mengurangi kenaikan seiring tanda-tanda de-eskalasi antara Iran dan Israel."
"Ekspektasi The Fed yang hawkish, sebagian dipicu oleh harga minyak yang lebih tinggi dan data tenaga kerja AS yang kuat, telah melemahkan daya tarik tradisional emas sebagai aset safe-haven selama ketegangan geopolitik. Sentimen juga terpukul setelah India menaikkan bea impor emas dan perak menjadi 15% dari 6%, efektif 13 Mei 2026, untuk membatasi impor."
"Permintaan dari bank-bank sentral diprakirakan akan tetap tangguh. Namun, risiko muncul bahwa bank-bank sentral pasar negara berkembang dapat menggerakkan cadangan emas untuk meningkatkan likuiditas USD dan mempertahankan mata uangnya. Setelah pecahnya perang di Timur Tengah, bank sentral Türkiye menjual atau meminjam sekitar 130 ton, salah satu penarikan cadangan terbesar baru-baru ini, untuk menstabilkan TRY. Dinamika mata uang pasar negara berkembang tetap tertekan oleh harga energi yang tinggi, penguatan USD, dan risiko The Fed yang lebih hawkish."
"Meskipun menghadapi hambatan ini, faktor pendorong bullish struktural termasuk depresiasi mata uang, risiko fiskal, dan fragmentasi geopolitik tetap utuh. Moderasi inflasi yang dipicu energi diperlukan agar tema-tema ini mendapatkan kembali traksi. Kami menurunkan prakiraan harga emas akhir 2026 menjadi USD5.100/ons dari USD5.350/ons."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.