Emas Naik Mendekati $5.100 saat Tarif Trump Mendorong Permintaan Safe Haven, Amati Perundingan AS-Iran
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- Emas mendapatkan momentum ke sekitar $5.095 di awal perdagangan sesi Asia hari Senin.
- Risiko perang dagang Trump dan ketidakpastian meningkatkan daya tarik aset safe-haven seperti Emas.
- Para pedagang akan memantau dengan cermat perundingan AS-Iran berikutnya pada hari Kamis di Jenewa.
Harga Emas (XAU/USD) naik tipis mendekati $5.095 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Senin. Logam mulia ini melanjutkan rally di tengah ancaman tarif dan ketidakpastian dari Presiden AS, Donald Trump, yang meningkatkan aliran safe-haven.
Mahkamah Agung AS melihat tarif Trump sebagai ilegal pada hari Jumat. Dalam beberapa jam, Presiden AS mengacu pada Pasal 122 dari Undang-Undang Perdagangan tahun 1974 untuk pertama kali memberlakukan tarif impor global sebesar 10% sebelum meningkatkannya menjadi 15%. Ia menyatakan semua tarif keamanan nasional di bawah Pasal 232 dan tarif Pasal 301 yang ada berlaku sepenuhnya. Risiko perang dagang Trump dan ketidakpastian dapat meningkatkan aset safe-haven tradisional seperti Emas dalam jangka pendek.
Di sisi lain, harapan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran mungkin membatasi kenaikan logam kuning ini. Menteri luar negeri Oman mengatakan pada hari Minggu bahwa putaran perundingan berikutnya antara AS dan Iran akan berlangsung pada hari Kamis di Jenewa.
Trump memperingatkan pada hari Jumat bahwa serangan terbatas terhadap Iran mungkin terjadi, meskipun para pejabat Iran pada saat itu mengatakan Teheran memprakirakan kesepakatan potensial siap dalam beberapa hari ke depan.
Ke depan, Indeks Harga Produsen (IHP) AS akan menjadi pusat perhatian pada hari Jumat. Laporan ini mungkin memberikan beberapa petunjuk mengenai keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS.
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.