fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Emas Naik Didukung Kesepakatan Kerangka AS-Iran dan Pelemahan Dolar yang Mendukung Pemulihan

  • Emas melanjutkan rebound yang dimulai pada hari Kamis dari area $4.024, naik hampir 3% pada hari Senin
  • Pasar menyambut baik kesepakatan kerangka antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri perang
  • Dolar AS yang melemah dan ekspektasi seputar pertemuan Fed juga mendukung logam mulia

Emas (XAU/USD) diperdagangkan di sekitar $4.340 pada saat berita ini ditulis pada hari Senin, naik 2,86% pada hari ini dan melanjutkan rebound yang dimulai pada hari Kamis dari area $4.024. Logam mulia ini mencapai level tertinggi dalam satu minggu saat para investor menilai kembali implikasi dari kesepakatan yang baru diumumkan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pasar keuangan bereaksi positif terhadap berita bahwa Washington dan Tehran telah mencapai kesepakatan kerangka yang dirancang untuk mengakhiri perang. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, sementara Wakil Menteri Luar Negeri Iran juga mengonfirmasi pengumuman tersebut. Menurut beberapa laporan media, gencatan senjata yang telah berlaku sejak April diperkirakan akan diperpanjang, memungkinkan kedua belah pihak melanjutkan negosiasi.

Pengumuman ini memicu perbaikan tajam dalam sentimen pasar. Indeks saham berjangka AS naik antara 1% dan 2%, sementara harga Minyak Mentah turun secara signifikan karena para investor mengantisipasi normalisasi bertahap aliran energi global setelah dibukanya kembali Selat Hormuz.

Sementara itu, Dolar AS (USD) tetap berada di bawah tekanan. Indeks Dolar AS (DXY) turun sekitar 0,3% dan diperdagangkan di dekat 99,50 setelah membuka minggu dengan gap bearish. Pelemahan Greenback memberikan dukungan tambahan bagi Emas, menjadikan logam ini lebih menarik bagi para pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Para investor juga memusatkan perhatian pada pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang akan berlangsung akhir pekan ini. Sebelum itu, pasar akan memantau dengan cermat rilis Survei Manufaktur Empire State dari Fed New York dan data Produksi Industri AS. Sinyal apa pun mengenai kesehatan ekonomi AS dan jalur suku bunga di masa depan dapat memengaruhi arah Emas dalam beberapa hari mendatang.

Meski ada perbaikan dalam latar belakang geopolitik, beberapa sumber kehati-hatian tetap ada. Media Lebanon terus melaporkan serangan Israel di Lebanon selatan setelah pengumuman kesepakatan, sementara teks lengkap kesepakatan tersebut belum dipublikasikan. Ketidakpastian yang berlanjut ini membantu mempertahankan permintaan safe-haven untuk logam kuning ini, yang terus menarik para investor yang mencari perlindungan terhadap risiko geopolitik.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.