fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Harga Emas Turun dari Puncak Dua Pekan saat Taruhan Kenaikan Suku Bunga Fed Menguat

  • Emas menarik aksi beli lebih lanjut yang kuat di tengah harapan atas diplomasi AS-Iran.
  • Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat taruhan atas kenaikan suku bunga The Fed.
  • Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menguntungkan para pembeli USD, membatasi bullion.

Emas (XAU/USD) turun tipis dari level tertinggi dua pekan yang sempat disentuh pada awal perdagangan Rabu, kendati masih mempertahankan bias bullish harian sepanjang paruh pertama sesi Eropa. Harapan bahwa diplomasi AS-Iran dapat meredakan harga energi serta meredam ekspektasi hawkish Federal Reserve (The Fed) AS menekan pergerakan Dolar AS (USD), yang pada gilirannya menopang harga komoditas tersebut. Faktanya, para negosiator senior Iran dan AS mengisyaratkan bahwa mereka belum berpaling dari meja perundingan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan pada Minggu bahwa AS masih terbuka untuk berdialog dengan Iran, sementara Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni meminta Pakistan untuk terus melanjutkan upaya diplomasinya. Kondisi ini memicu aksi ambil untung pada Dolar AS setelah membukukan tren penguatan tajam selama sepekan terakhir.

Di sisi lain, militer AS menyatakan telah menyelesaikan serangan malam ke-11 ke wilayah Iran pada Rabu dini hari, dengan menargetkan hangar pesawat dan fasilitas penyimpanan nirawak (drone). Menambah eskalasi, Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa serangan AS akan makin intensif dan siap menghantam lokasi mana pun yang digunakan Iran untuk membangun kembali program nuklirnya. Di pihak lain, Iran melanjutkan gempuran di kawasan Teluk dengan menargetkan aset-aset militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Tak hanya itu, Iran mengklaim pasukannya telah menyerang dua kapal tanker minyak saat mencoba melintasi Selat Hormuz. Selain itu, milisi Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran membuka front perang baru dengan mendeklarasikan blokade laut terhadap Arab Saudi.

Perkembangan terbaru ini memperbesar risiko konflik regional yang lebih luas dan berpotensi memperparah krisis pasokan di pasar energi global di tengah penutupan Selat Hormuz. Hal tersebut mendongkrak harga minyak mentah ke level tertinggi baru sejak 12 Juni dan memicu kekhawatiran atas inflasi berbasis energi, yang pada gilirannya dapat memaksa bank sentral AS untuk mempertahankan sikap hawkish-nya. Data CME Group FedWatch Tool menunjukkan bahwa para pelaku pasar saat ini memperhitungkan peluang sekitar 88% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya satu kali hingga akhir tahun ini. Prospek ini mendukung penguatan Dolar AS (USD) dan menuntut kehati-hatian sebelum mengambil posisi untuk penguatan lebih lanjut pada emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Pemulihan Emas Dipandang Terbatas karena The Fed dan Imbal Hasil Riil Tetap Menjadi Fokus

Analis di OCBC menilai bahwa dalam kondisi saat ini, harga emas kemungkinan akan bergerak dua arah (two-way trading) dalam jangka pendek, di mana setiap potensi rebound akan menghadapi tantangan berat. Mereka berpendapat bahwa "pemulihan yang lebih berkelanjutan membutuhkan penurunan harga minyak, peredaan imbal hasil riil, serta melandainya ekspektasi pengetatan suku bunga The Fed." Mereka juga mengingatkan bahwa "sebelum kondisi tersebut terpenuhi, potensi kenaikan emas masih akan terbatas."

Grafik 4 Jam XAU/USD

Emas Kesulitan Menemukan Penerimaan di Atas SMA 200 pada Grafik 4 Jam

Dari perspektif teknis, penembusan (breakout) harian di atas level Fibonacci retracement 38,2% dari penurunan sejak pertengahan Juni, serta kemampuan harga bertahan di atas level $4.100, memberikan angin segar bagi pembeli XAU/USD.

Selain itu, indikator momentum masih solid seiring Relative Strength Index (RSI-14) yang bergerak di dekat area jenuh beli (overbought) di sekitar 69,9, sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) tetap berada di zona positif dengan garis yang bertahan jauh di atas angka nol. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan bullish masih berlanjut, meskipun pergerakannya sudah tampak agak jenuh.

Kendati demikian, penembusan yang konsisten di atas Simple Moving Average (SMA) 200-periode pada grafik 4-jam tetap diperlukan untuk memperkuat prospek bullish ini. Jika berhasil, logam mulia ini berpotensi menguji resistance awal di level retracement 50,0% di $4.163,16, sebelum menuju Fibonacci retracement 61,8% di $4.215,39. Target berikutnya berada di level 78,6% di $4.289,75, sebelum menguji puncak tertinggi siklus di $4.384,47.

Sebaliknya di sisi bawah, support terdekat berada di kisaran SMA 200-periode di $4.128,26, disusul level retracement 38,2% di $4.110,93 dan Fibonacci 23,6% di $4.046,31. Area support berikutnya menunggu di dekat level terendah struktural di $3.941,85.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Pertanyaan Umum Seputar Inflasi

Inflasi mengukur kenaikan harga sekeranjang barang dan jasa yang representatif. Inflasi utama biasanya dinyatakan sebagai perubahan persentase berdasarkan basis bulan ke bulan (MoM) dan tahun ke tahun (YoY). Inflasi inti tidak termasuk elemen yang lebih fluktuatif seperti makanan dan bahan bakar yang dapat berfluktuasi karena faktor geopolitik dan musiman. Inflasi inti adalah angka yang menjadi fokus para ekonom dan merupakan tingkat yang ditargetkan oleh bank sentral, yang diberi mandat untuk menjaga inflasi pada tingkat yang dapat dikelola, biasanya sekitar 2%.

Indeks Harga Konsumen (IHK) mengukur perubahan harga sekeranjang barang dan jasa selama periode waktu tertentu. Biasanya dinyatakan sebagai perubahan persentase berdasarkan basis bulan ke bulan (MoM) dan tahun ke tahun (YoY). IHK Inti adalah angka yang ditargetkan oleh bank sentral karena tidak termasuk bahan makanan dan bahan bakar yang mudah menguap. Ketika IHK Inti naik di atas 2%, biasanya akan menghasilkan suku bunga yang lebih tinggi dan sebaliknya ketika turun di bawah 2%. Karena suku bunga yang lebih tinggi positif untuk suatu mata uang, inflasi yang lebih tinggi biasanya menghasilkan mata uang yang lebih kuat. Hal yang sebaliknya berlaku ketika inflasi turun.

Meskipun mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, inflasi yang tinggi di suatu negara mendorong nilai mata uangnya naik dan sebaliknya untuk inflasi yang lebih rendah. Hal ini karena bank sentral biasanya akan menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi yang lebih tinggi, yang menarik lebih banyak arus masuk modal global dari para investor yang mencari tempat yang menguntungkan untuk menyimpan uang mereka.

Dahulu, Emas merupakan aset yang diincar para investor saat inflasi tinggi karena emas dapat mempertahankan nilainya, dan meskipun investor masih akan membeli Emas sebagai aset safe haven saat terjadi gejolak pasar yang ekstrem, hal ini tidak terjadi pada sebagian besar waktu. Hal ini karena saat inflasi tinggi, bank sentral akan menaikkan suku bunga untuk mengatasinya. Suku bunga yang lebih tinggi berdampak negatif bagi Emas karena meningkatkan biaya peluang untuk menyimpan Emas dibandingkan dengan aset berbunga atau menyimpan uang dalam rekening deposito tunai. Di sisi lain, inflasi yang lebih rendah cenderung berdampak positif bagi Emas karena menurunkan suku bunga, menjadikan logam mulia ini sebagai alternatif investasi yang lebih layak.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.