Emas Jatuh di Bawah US$4.350 saat Kenaikan Harga Minyak, IHP AS Perkuat Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- Harga Emas anjlok ke sekitar US$4.320 di awal perdagangan sesi Asia hari Jumat.
- IHP AS bulan Agustus naik 5,4% YoY, lebih tinggi dari yang diprakirakan.
- Militer Iran mengatakan akan meningkatkan responsnya terhadap serangan lebih lanjut apa pun.
Harga Emas (XAU/USD) merosot ke dekat US$4.320 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Jumat. Logam mulia ini menghadapi tekanan jual setelah data inflasi Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) AS dan kenaikan harga minyak meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Para pedagang akan mengambil lebih banyak isyarat dari laporan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS pada hari Jumat.
Data yang dirilis oleh Bureau of Labor Statistics (BLS) pada hari Kamis menunjukkan bahwa IHP AS bulan Agustus naik 5,4% YoY, dibandingkan kenaikan 4,8% sebelumnya (direvisi dari 4,7%). Angka ini berada di atas konsensus pasar 5,3%.
IHP inti sesuai dengan konsensus, naik 4,6% YoY pada bulan Agustus, dibandingkan sebelumnya yang naik 4,3% (direvisi dari 4,2%). Secara bulanan, IHP umum naik 0,4% dan IHP inti meningkat 0,2%.
Para pedagang kini memperhitungkan probabilitas 70% untuk kenaikan suku bunga AS pekan depan, naik dari 62% sebelum data dirilis, menurut CME FedWatch Tool.
Data IHP "agak memberi tahu kita bahwa ada sedikit peningkatan dalam inflasi inti di ekonomi AS, dan sebagian itu disebabkan oleh naiknya biaya energi," kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di capital.com.
Risiko-risiko geopolitik yang persisten meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan global dan memicu kekhawatiran inflasi, mendukung alasan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakannya pekan depan. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya membebani emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil, sehingga aset-aset yang memberikan imbal hasil menjadi relatif lebih menarik.
Iran mengatakan telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz pada hari Rabu, setelah AS menghantam lima kapal tanker minyak Iran. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran mengatakan akan meningkatkan responsnya terhadap serangan lebih lanjut apa pun.
Emas Bereaksi terhadap Pergeseran Data saat Fokus Beralih ke Inflasi AS
Menurut TD Securities, laporan "lapangan pekerjaan yang lebih kuat baru-baru ini pada awalnya membebani emas," tetapi dampaknya hanya sementara karena "pernyataan The Fed yang kurang hawkish dan intervensi mata uang kemudian meredam narasi," yang menegaskan bahwa "pasar memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap data dan tajuk utama yang masuk." Para ahli strategi bank menilai bahwa "data inflasi adalah katalis besar berikutnya," seraya memperingatkan bahwa "kenaikan yang mengejutkan akan memperkuat prakiraan terhadap The Fed dan membebani logam kuning," sedangkan "inflasi yang tidak terlalu mengkhawatirkan pada akhirnya bisa menjadi katalis pertama yang membuat gelombang berikutnya posisi diskresioner mulai masuk ke pasar."
Analisis Teknis: Emas Pertahankan Bias Bearish di Bawah SMA 100 Hari
Pada grafik harian, XAU/USD bertahan di bawah Simple Moving Average (SMA) 100 hari dan garis tengah Bollinger Band, menjaga bias jangka pendek tetap sedikit bearish karena kenaikan terbaru telah kembali dipangkas ke dalam kisaran sebelumnya. Relative Strength Index (RSI) di sekitar 45 berada sedikit di bawah netral, mengisyaratkan momentum ke atas memudar alih-alih kondisi jenuh jual yang jelas.
Di sisi atas, resistance awal berada di SMA 100 hari di sekitar US$4.340, dengan batas berikutnya di garis tengah Bollinger di dekat US$4.465 dan penghalang yang lebih kuat di batas atas di sekitar $4.675 jika para pembeli mendapatkan traksi kembali. Di sisi bawah, batas bawah Bollinger di sekitar US$4.252 menawarkan support penting berikutnya, dan penutupan harian di bawah zona ini akan membuka jalan bagi penurunan korektif yang lebih dalam menuju level-level basis horizontal sebelumnya.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.