Emas Antam 1 Gram Dijual di Harga Rp2.713.000, Turun Rp20.000
|Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp2.713.000 hari ini yang turun Rp20.000 dari harga kemarin di Rp2.733.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Sementara itu, Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.406.500 dan 1.000 gram di Rp2.653.600.000.
Kelanjutan penurunan harga ini mengekor Harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup turun 1,62% di $4.259 per troy ons kemarin. Harga komoditas ini melanjutkan penurunan setelah menembus kisaran sideways yang terbentuk antara 18 Mei – 4 Juni 2026. Harga Emas turun menyusul pembaruan konflik di Timur Tengah saat Iran menembak jatuh helikopter AS di Selat Hormuz dan Amerika Serikat melakukan pembalasan.
Di luar perkembangan Timur Tengah yang bisa menjadi penggerak harga Emas, data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Mei yang dijadwalkan dirilis hari ini pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB) juga penting yang bisa menjadi petunjuk arah kebijakan The Fed AS yang pada akhirnya bisa memengaruhi harga XAU/USD.
Indikator Ekonomi
Indeks Harga Konsumen (Thn/Thn)
Kecenderungan inflasi atau deflasi diukur dengan menjumlahkan harga sekeranjang barang dan jasa secara berkala dan menyajikan datanya sebagai Indeks Harga Konsumen (IHK). Data IHK dikumpulkan setiap bulan dan dirilis oleh Departemen Statistik Tenaga Kerja AS. Laporan bulanan ini membandingkan harga barang-barang pada bulan referensi dengan bulan sebelumnya. IHK Tidak termasuk Makanan & Energi tidak menyertakan komponen makanan dan energi yang lebih fluktuatif untuk memberikan pengukuran tekanan harga yang lebih akurat. Secara umum, angka yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sedangkan angka yang rendah dianggap sebagai bearish.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Jun 10, 2026 12.30
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 4.2%
Sebelumnya: 3.8%
Sumber: US Bureau of Labor Statistics
Federal Reserve AS (The Fed) memiliki mandat ganda untuk menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum. Menurut mandat tersebut, inflasi seharusnya berada di sekitar 2% YoY dan telah menjadi pilar terlemah dari arahan bank sentral sejak dunia mengalami pandemi, yang berlanjut hingga saat ini. Tekanan harga terus meningkat di tengah masalah rantai pasokan dan kemacetan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) bertahan di level tertinggi multi-dekade. The Fed telah mengambil langkah-langkah untuk mengekang inflasi dan diprakirakan akan mempertahankan sikap agresif di masa mendatang.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.