Dolar Australia Kembali Dapatkan Momentum saat RBA yang Hawkish Bertemu dengan Inflasi AS yang Lebih Lemah
| |terjemahan otomatisLihat Artikel Asli- Dolar Australia menguat 0,31% pada hari Jumat, pulih dari penurunan hari Kamis karena ekspektasi kebijakan moneter domestik tetap mendukung.
- Komentar dari seorang pejabat bank sentral Australia membuat prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut tetap dipertimbangkan.
- Angka inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah membebani Dolar AS menjelang data Penjualan Ritel bulan Juli.
AUD/USD rebound pada hari Jumat dan diperdagangkan di sekitar 0,7080 pada saat berita ini ditulis, menguat 0,31% pada hari itu setelah sempat turun serendah 0,7044 pada hari Kamis. Dolar Australia (AUD) mendapat dukungan dari komentar-komentar hawkish oleh Asisten Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Chris Kent, sementara Dolar AS (USD) tetap berada di bawah tekanan setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah.
Asisten Gubernur RBA Chris Kent mengatakan pada hari Kamis bahwa kenaikan suku bunga baru-baru ini menghasilkan efek yang diinginkan tetapi memperingatkan bahwa pengetatan lebih lanjut tetap mungkin terjadi jika risiko inflasi baru muncul. Pernyataannya memperkuat pesan yang relatif hawkish yang disampaikan oleh bank sentral Australia awal pekan ini.
RBA mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan moneter terbarunya. Gubernur Michele Bullock mengindikasikan bahwa para pengambil kebijakan lebih memilih menunggu informasi tambahan sebelum bertindak lagi, sambil menegaskan bahwa kenaikan suku bunga lainnya masih dipertimbangkan. Sikap ini menjaga ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut tetap hidup dan memberikan dukungan bagi Dolar Australia.
Pada saat yang sama, Dolar AS kesulitan untuk kembali mendapatkan momentum setelah angka inflasi yang lebih lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan September. Menurut CME FedWatch Tool, pasar memprakirakan peluang 34,8% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan September, turun dari sekitar 60% dua minggu sebelumnya.
Perhatian kini tertuju pada data Penjualan Ritel AS yang akan dirilis nanti pada hari Jumat. Pasar memprakirakan penjualan akan naik 0,1% pada bulan Juli setelah meningkat 0,2% pada bulan Juni. Kemudian pada hari itu, Indeks Sentimen Konsumen pendahuluan University of Michigan untuk bulan Agustus diprakirakan turun menjadi 54,5 dari 55,2 pada bulan Juli. Dengan kekhawatiran inflasi dan tanda-tanda mendinginnya kondisi pasar tenaga kerja tetap menjadi fokus, dua rilis data ini dapat memberikan arah baru bagi AUD/USD menjelang akhir pekan.
RBA Mempertahankan Suku Bunga, tetapi Nada Hawkish Menjaga Risiko Kenaikan Suku Bunga Dolar Australia Tetap Hidup
Para ahli strategi di Societe Generale mencatat bahwa di Australia, RBA mempertahankan target cash rate di 4,35%, tetapi "menurunkan lintasan suku bunga kebijakan dan inflasi." Meski ada penyesuaian itu, mereka menilai bahwa "pernyataannya hawkish," menyoroti janji Gubernur Bullock bahwa bank "tidak akan ragu untuk bertindak jika diperlukan." Menurut mereka, "kebijakan moneter harus tetap restriktif dan pengetatan tambahan tidak dikesampingkan."
Rabobank menunjukkan bahwa RBA tidak mengubah suku bunga pekan ini, dengan pasar awalnya menafsirkan pernyataan yang menyertainya sebagai "relatif dovish." Namun, Gubernur Bullock dengan cepat membantah persepsi itu, mengungkapkan bahwa para pembuat kebijakan memperdebatkan baik mempertahankan maupun menaikkan suku bunga, dan menegaskan bahwa kenaikan lagi tetap "cukup mungkin." Meski Rabobank mengakui bahwa RBA jelas berharap pengetatan sebelumnya akan terbukti memadai, mereka "tetap tidak yakin dan terus memprakirakan satu kenaikan lagi pada akhir tahun ini."
Analisis Teknis AUD/USD
Pada grafik satu jam, AUD/USD diperdagangkan di 0,7084, mempertahankan bias bullish jangka pendek karena bertahan di atas Simple Moving Average (SMA) 100 periode di 0,7061 dan SMA 200 periode di 0,7051. Pasangan mata uang ini menekan ujung atas kisaran terbarunya, dengan struktur tren yang menanjak kini mengarah ke area penembusan di sekitar 0,7090, sementara Relative Strength Index (14) meregang ke wilayah jenuh beli di dekat 72, mengisyaratkan bahwa momentum kenaikan kuat tetapi semakin rentan terhadap konsolidasi.
Di sisi atas, resistance awal terlihat di level penembusan garis tren di sekitar 0,7090, diikuti dekat oleh batas horizontal di 0,7091, membentuk penghalang ketat tepat di atas harga saat ini. Di sisi bawah, support terdekat muncul di SMA 100 periode di dekat 0,7061, sebelum SMA 200 periode di 0,7051, dengan lantai struktural lebih rendah di 0,7040 yang akan menjadi fokus jika aksi ambil untung memicu pullback yang lebih dalam.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.