Dolar AS: Support Jangka Pendek dengan Volatilitas Suku Bunga yang Lebih Tinggi – MUFG
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel AsliMichael Wan dari MUFG mencatat Dolar AS menguat seiring IHK Zona Euro yang lebih rendah, komentar dari Kevin Warsh, dan antisipasi Nonfarm Payrolls AS yang mendukung mata uang tersebut. Ia menyoroti dorongan Warsh untuk mengubah komunikasi Federal Reserve, potensi peningkatan volatilitas suku bunga AS, dan bias Dolar untuk tetap didukung dalam jangka sangat pendek menunggu data makro AS yang lebih jelas.
Dolar AS Ditopang di Tengah Perubahan Arah The Fed
“Secara keseluruhan, Dolar AS menguat, didukung oleh inflasi Eropa yang lebih rendah dari prakiraan, komentar Kevin Warsh yang memberikan sinyal beragam, serta sikap hati-hati pasar menjelang rilis data Nonfarm Payrolls AS hari ini.”
“Untuk The Fed, Warsh menyampaikan sejumlah komentar dalam Forum Sintra yang sebagian mengulang pesan pada pertemuan FOMC pertamanya. Ia kembali menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus ingin mengubah strategi komunikasi The Fed agar tidak terlalu bergantung pada panduan kebijakan ke depan dan tidak terlalu banyak memberi petunjuk kepada pasar.”
“Namun, ia juga mengatakan bahwa The Fed tidak perlu khawatir terhadap pertumbuhan kuat yang didorong oleh peningkatan produktivitas. Menurutnya, menaikkan suku bunga saat terjadi lonjakan produktivitas akibat kecerdasan buatan dapat menjadi sebuah kesalahan. Peningkatan produktivitas tersebut memungkinkan pasokan barang dan jasa mengejar permintaan, sehingga inflasi tetap terkendali meskipun ekonomi tumbuh lebih kuat.”
“Dengan demikian, pergerakan pasar valuta asing juga dapat dipengaruhi oleh meningkatnya volatilitas suku bunga AS. Dalam jangka sangat pendek, kecenderungan pasar masih mendukung Dolar AS hingga tersedia gambaran yang lebih jelas mengenai data dan dinamika ekonomi Amerika Serikat.”
"Dari sudut pandang pasar, kami memprakirakan pergerakan suku bunga akan menjadi lebih bergejolak ke depan dan kurva imbal hasil berpotensi semakin curam. Setidaknya, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor panjang kemungkinan tidak memiliki banyak ruang untuk turun, mengingat keinginannya untuk secara bertahap mengurangi ukuran neraca The Fed."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.