Dolar AS: Risiko Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Imbal Hasil Kembali Menjadi Fokus – MUFG
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel AsliMenurut Lee Hardman dari MUFG, kenaikan harga energi mendorong ekspektasi pasar terhadap pengetatan lebih lanjut oleh Federal Reserve, dengan 17 bp sudah diprakirakan untuk FOMC 16 September dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 2 tahun berada di level tertinggi tahun berjalan. Kenaikan The Fed pada bulan September dapat mengangkat Dolar, meskipun premi risiko kebijakan dan kekhawatiran terhadap pelemahan nilai akibat buyback dipandang sebagai faktor penyeimbang.
Imbal hasil yang Lebih Tinggi versus Premi Risiko Kebijakan
"Kenaikan harga energi mendorong ekspektasi pasar bahwa bank sentral besar lainnya, termasuk The Fed, akan menaikkan suku bunga lebih lanjut. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 2 tahun naik ke level tertinggi baru tahun berjalan kemarin di 4,41% sehingga membantu memperkuat Dolar AS."
"Kini ada 17 bp kenaikan suku bunga The Fed yang sudah diprakirakan untuk pertemuan FOMC 16 September. Akan lebih sulit bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga jika harga energi terus naik menjelang pertemuan tersebut."
"Gubernur The Fed Michael Barr berbicara kemarin dan dia mengulangi pesan dari Jackson Hole. Dia menyatakan, 'Jika tren dalam data memberi saya keyakinan bahwa inflasi melambat menuju 2%, maka saya pikir kita dapat meluangkan sedikit lebih banyak waktu untuk menilai kebijakan kita.'"
"Namun, jika inflasi tampaknya tidak cukup melambat, maka saya pikir kita harus bertindak tegas untuk menaikkan suku bunga". Kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September belum sepenuhnya pasti [sepekat] tetapi laporan NFP dan IHK (CPI) yang lemah untuk bulan Agustus kemungkinan diperlukan untuk mencegah kenaikan."
"Kenaikan suku bunga The Fed bulan ini akan menimbulkan risiko kenaikan terhadap perkiraan kami untuk dolar AS, terutama jika hal itu menandai awal dari siklus pengetatan kebijakan moneter. Dukungan untuk dolar AS dari imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan harga energi yang lebih tinggi belum sepenuhnya tercermin pada dolar AS, yang masih tertahan oleh harga premi risiko kebijakan AS yang lebih tinggi."
"Rencana Departemen Keuangan AS untuk buyback obligasi Pemerintah AS yang lebih besar guna meredam imbal hasil jangka panjang AS telah memunculkan kekhawatiran pelemahan nilai selama musim panas yang membebani Dolar AS."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.