DEWA Kembali Bergerak di Bawah 360, Koreksi Laporan Keuangan tidak Berikan Dorongan Signifikan
|- DEWA membalik kenaikan dari tertinggi harian 370.
- Perseroan merilis kembali laporan keuangan yang telah dikoreksi.
- Tren jangka panjang saham ini masih turun saat di bawah SMA 200-hari.
DEWA tidak menunjukkan perubahan dari penutupan hari kemarin dan diperdagangkan di 358 pada sesi II Kamis ini. Saham PT Darma Henwa dibuka dengan gap naik di 360 dan naik untuk meraih tertinggi harian 370. Namun demikian, pada investor kesulitan untuk naik lebih jauh dan malah kembali ke level penutupan Rabu. Koreksi laporan keuangan yang dirilis perseroan sebelumnya pekan ini juga tidak memberikan dorongan signifikan untuk pergerakan harga saham.
Kinerja lesu DEWA terjadi di tengah penurunan lebih dari 1% dalam indeks LQ45 yang melanjutkan penutupan negatif hari kemarin. Indeks ini terutama didorong oleh saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN, -7,14%), Amman Mineral Internasional (AMMN, -4,86%), dan Solusi Sinergi Digital (WIFI, -3,57%).
Perseroan merilis kembali laporan keuangan interim yang dikoreksi sebelumnya pekan ini. Dalam keterangan melalui keterbukaan informasi, perseroan mengatakan bahwa koreksi ini hanya untuk memberikan klasifikasi yang memadai dalam komponen kinerja operasional dan non-operasional sehingga menjadi lebih terperinci. Dengan demikian, total ekuitas, aset, dan liabilitas tidak berubah dari laporan sebelumnya.
Dalam laporangan keuangan interim yang dikoreksi, perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp354,28 miliar sepanjang semester I 2026 yang hampir dua kali lipat laba semester I tahun lalu di Rp187,44 miliar. Laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp9,03 dibandingkan Rp5,39. Penjualan dan pendapatan usaha pada periode pelaporan sebesar Rp3,20 triliun yang lebih tinggi dari Rp3,10 triliun.
Di sisi posisi keuangan, jumlah aset bertambah menjadi Rp17,62 triliun pada akhir Juni 2026 dari Rp16,73 triliun pada akhir tahun 2025. Sementara jumlah ekuitas berkurang menjadi Rp8,11 triliun dari Rp8,59 triliun.
DEWA Hentikan Rebound dari Terendah 1 Oktober
DEWA mengambil napas setelah bangkit dari 326, terendah 1 Oktober. Namun, gambaran besarnya menunjukkan bahwa tren jangka panjang saham ini masih turun karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Tren itu ditopang oleh indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 42,66, mengindikasikan momentum bearish saat berada di bawah level netral 50.
Jika rebound DEWA berlanjut, level-level teknis sisi atas yang perlu diperhatikan adalah 400 (level angka bulat), 440 (terendah 4, 8, dan 9 September), dan 469 (SMA 200-hari). Sementara di sisi bawah, saham ini memiliki support di 326 (terendah 1 dan 2 Oktober), 274 (terendah 30 Juni dan 1 Juli), dan 234 (terendah 2026 yang dicapai pada 8 Juni)
Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia
Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.
Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.
Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.
Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.