BBTN Pertahankan Rebound dari Terendah 2026, Perseroan Pertimbangkan Buyback
|- BBTN berusaha mempertahankan gap pembukaan positif.
- Perseroan sedang mengkaji buyback saham.
- Keputusan suku bunga Bank Indonesia di depan mata.
- RSI 14-Hari masih di zona jenuh jual.
BBTN lebih tinggi 1,67% dari penutupan hari kemarin untuk diperdagangkan di 915 di sesi II Rabu. Saham PT Bank Tabungan Negara dibuka dengan gap naik 910 dan turun ke terendah hari 885 dalam satu jam pertama perdagangan. Namun, saham ini menemukan minat beli dan menghapus penurunan tersebut di tengah kabar bahwa perseroan mempertimbangkan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dan menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia.
Kinerja positif BBTN meredam indeks INFOBANK15 yang mengalami penurunan 0,77%. Penurunan ini terutama ditekan oleh saham Bank Neo Commerce (BBYB, -3,64%), Bank Syariah Indonesia (BRIS, -2,37%), dan Bank Negara Indonesia, (BBNI, -2,17%)
Perseroan Mengkaji Pembelian Kembali Saham
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pasca-penutupan pasar kemarin, perseroan mempertimbangkan untuk melakukan pembelian kembali saham di tengah dinamika pasar modal dalam negeri. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan, "Kami terus mencermati perkembangan pasar modal dan berbagai dinamika yang terjadi saat ini." Beliau lebih lanjut menerangkan bahwa "BTN senantiasa mengevaluasi berbagai opsi strategis yang dapat mendukung kepentingan Perseroan dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan pelaksanaan pembelian kembali saham atau buyback."
Belum ada informasi mengenai waktu dan besaran pembelian kembali saham. Namun, perseroan akan menginformasikan secara publik jika sudah ada keputusan terkait aksi korporasi. Perseroan sendiri pernah melakukan buyback selama masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020 yang pada saat itu telah menyiapkan dana sebesar Rp275 miliar melalui pasar sekunder.
Peristiwa penting lainnya terkait bank adalah keputusan suku bunga Bank Indonesia yang akan dimulai dengan konferensi pers hari ini pada pukul 07:00 GMT (14:00 WIB). BI diprakirakan menaikkan BI-Rate sebesar 25 bp dari 5,75% menjadi 6%. Selain keputusan dan siaran pers, para investor diprakirakan akan mencari respons Dewan Gubernur terhadap MSCI yang mempertimbangkan untuk melakukan reklasifikasi status pasar modal Indonesia ke Standalone Market.
RSI 14-Hari Terperangkap di Zona Jenuh Jual
Rebound BBTN dari terendah 2026 mendorong Relative Strength Index dari 13,00 ke 28,95 hari ini. Namun demikian, itu belum cukup untuk mengeluarkan indikator momentum ini dari zona jenuh jual. Tren teknis jangka panjang saham ini masih turun karena diperdagangkan di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari.
Dalam kasus BBTN melanjutkan kinerja positif, level teknis sisi atas pertama yang perlu diperhatikan adalah 950 (tertinggi 16 Oktober), diikuti 1.035 (penutupan 16 Oktober, untuk menutup gap turun Jumat lalu), dan 1.050 (terendah 1, 2, dan 5 Oktober). Sementara di sisi bawah, saham ini memiliki support di 825 (terendah 2026 yang diraih pada 19 Oktober), 770 (terendah 8 April 2025), dan 755 (terendah 2025).
Indikator Ekonomi
Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia
Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Okt 21, 2026 07.30
Frekuensi: Tidak teratur
Konsensus: 6%
Sebelumnya: 5.75%
Sumber: Bank Indonesia
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.