Batubara ICE Newcastle Kelu di Bawah $130,00, Pemerintah Indonesia Mengawasi DMO
|- Batubara ICE Newcastle tidak terpengaruh oleh keriuhan di Timur Tengah.
- Pembaruan ketegangan AS-Iran sempat mendorong harga-harga komoditas energi.
- Ditjen Minerba memberikan total penugasan 211 juta ton batu bara untuk dalam negeri.
Batubara ICE Newcastle front month diperdagangkan di 128,75 yang tidak berubah pada basis harian pada saat berita ini ditulis. Batubara ini tidak terpengaruh oleh sentimen umum yang didorong oleh perkembangan di Timur Tengah. Dalam jangka pendek, komoditas ini bergerak naik dan turun dalam kisaran sideways setelah turun dari tertinggi 2026 di 151,75 yang diraih bulan lalu.
Dalam jangka lebih panjang, tren naik batubara tetap utuh meskipun rentan karena masih bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari, yang juga berfungsi sebagai support dinamis di 123,11. Namun, indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari mengindikasikan momentumnya bearish karena berada di bawah level netral 50 sejak pertengahan Juni 2026.
Militer AS melakukan serangan baru terhadap Iran pada hari Minggu yang memiliki tujuan untuk melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal sipil yang melewati Selat Hormuz, seperti diinformasikan Bloomberg. Ada pesan bertentangan antara AS dan Iran mengenai apakah Selat Hormuz dapat dilewati dengan bebas atau tidak.Rangkaian peristiwa di atas sempat mendorong harga-harga komoditas energi seperti misalnya minyak West Texas Intermediate (WTI) yang membuka pekan baru dengan gap atas dan naik ke $74,96 per barel. Namun, peristiwa yang sama tidak mendorong harga batubara meskipun ada potensi peningkatan permintaan saat distribusi gas yang melewati selat Hormuz kembali terganggu mengingat batubara digunakan sebagai alternatif gas untuk pembangkit listrik.
Kondisi di atas sedikit teredam saat juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi upaya Qatar, Oman, dan Pakistan untuk menengahi konflik, terus berlanjut. Iran mengatakan Iran tidak akan memenuhi komitmen selama AS tidak memenuhi komitmen MoU dan mengklaim bahwa Iran tidak melanggar MoU.
Di dalam negeri, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia memberikan penugasan kepada badan usaha pertambangan yang sudah memiliki RKAB (Rancangan Kerja dan Anggaran Biaya) dengan total volume 212 juta metrik ton yang sekaligus dipantau untuk pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri atau Domestic Market Obligastion (DMO) untuk sektor kelistrikan maupun non-kelistrikan. PLN sendiri membutuhkan batu bara sebesar 154 juta ton di tahun 2026.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Tri Winarno, mengatakan, "Pemerintah terus memastikan agar kebutuhan batubara PLN pada semester II 2026 dapat dipenuhi sesuai jadwal dan spesifikasi pembangkit", seperti diinformasikan dalam distus Kementerian ESDM akhir pekan lalu.
Peristiwa penting selanjutnya untuk batubara Indonesia adalah penetapan Harga Batubara Acuan (HBA) untuk periode kedua Juli 2026 yang dijadwalkan diumumkan pada 16 Juli 2026. Pada periode pertama Juli 2026, HBA mengalami kenaikan dengan batubara (6.322 GAR) sebesar $126,58 dari $123,91.
Grafik Harian Batubara ICE Newcastle
Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko
Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.
Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.
Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.
Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.