fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Batu Bara ICE Newcastle Turun ke $143,00, HBA akan Diperbarui Pekan Depan

  • Batu Bara ICE Newcastle melanjutkan penurunan dari tertinggi 2026.
  • Ada potensi kesepakatan damai AS-Iran ditandatangani akhir pekan.
  • Menteri ESDM RI bantah pemadaman listrik karena kekurangan batu bara.

Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di $143,00 yang lebih rendah 3,74% dari penutupan hari kemarin. Batu bara ini dibuka dengan gap bawah di $145,50 dan merosot ke terendah hari $143,00 selama perdagangan sesi Eropa di tengah munculnya kemungkinan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan. Komoditas ini melanjutkan penurunan dari $151,75, tertinggi 2026 yang dicapai pada hari Senin kemarin.

Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 51,12 mengindikasikan momentum bullish yang dibangun sejak pertengahan Mei mulai menyusut. Namun, perlu dinantikan apakah indikator momentum ini melewati level netral 50. Dalam jangka lebih panjang, Simple Moving Average (SMA) 200-hari tetap menunjukkan bahwa tren batu bara ini tetap naik karena bergerak di bawah yang mendampingi harga sejak awal tahun.

Timur Tengah memberikan sinyal positif. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim kesepakatan dengan Iran telah dicapai dan akan segera menandatangani dokumen final, mungkin pada akhir pekan.

Kondisi sempat memburuk setelah Fox News melaporkan pasukan AS mencegat dan menembak jatuh dua drone serang satu arah Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial yang mencoba melewati Selat Hormuz.

Agensi berita Iran melaporkan bahwa draft perdamaian permanen perlu finalisasi dari otoritas terkait. Ketentuan-ketentuan utama dalam draft mencakup pembukaan Selat Hormuz, pencairan dana Iran yang sebelumnya dibekukan, dan pencabutan blokade oleh angkatan laut AS.

Kabar di atas menekan harga-harga komoditas seperti minyak WTI dan batu bara karena meningkatkan peluang pembukaan Selat Hormuz yang bisa memperbaiki distribusi minyak dan gas alam dari Timur Tengah. Perbaikan tersebut berpotensi mengurangi permintaan batu bara yang sebelumnya dipakai untuk menggantikan gas alam untuk pembangkit listrik.

Selama belum ditandatangi oleh pihak-pihak yang terkait, keadaan bisa berbalik dengan cepat seperti yang sudah-sudah. Beberapa hari ke depan menjadi lebih penting mengingat komentar Presiden Trump bahwa penandatanganan mungkin bisa terjadi selama akhir pekan.

Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Juni 2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $121,83 naik dari $116,32
  • Batubara I (5.300 GAR) $84,53 naik dari $80,34
  • Batubara II (4.100 GAR) $58,81 naik dari $57,61
  • Batubara III (3.400 GAR) $40,32 naik dari $39,35

Ini merupakan hari kerja terakhir harga tersebut akan berlaku karena Kementerian ESDM akan mengubah kembali HBA yang akan berlaku pada Senin depan untuk periode kedua Juni 2026. Pasar menantikan apakah akan ada kenaikan kembali mengingat harga baru bara ICE Newcastle front month sempat meraih tertinggi baru 2026 pada Senin lalu.

Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, menanggapi pemadaman listrik di sejumlah daerah. Menteri Bahlil dibertahu PLN (Perusahaan Listrik Negara) memang ada beberapa masalah di beberapa mesin dan akan diselesaikan dalam waktu secepatnya. Beliau menampik pemadaman listrik karena kelangkaan batu bara karena penugasan sudah mencapai 170 juta ton.

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko

Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.

Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.

Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.

Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.