Batu Bara ICE Newcastle Sedikit Mundur ke 147,00 Setelah Dibuka di Tertinggi 2026
|- ICE Newcastle belum bisa memanfaatkan pembukaan di tertinggi 2026
- Minyak WTI menembus $100 di sesi perdagangan Asia.
- Pasar menantikan hasil revisi RKAB 2026 dari Kementerian ESDM.
Harga batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di 147,00 yang lebih tinggi 7,06% dari penutupan pekan lalu. Batu bara dibuka dengan gap atas di 150,00 yang juga merupakan tertinggi 2026 yang dicapai pada 3 Maret. Namun demikian, komoditas ini kesulitan untuk memanfaatkan gap tersebut dan malah turun ke terendah hari 147,00 dalam satu jam pertama pembukaan. Gap atas pada pembukaan terjadi saat masih berlanjutnya perang antara AS dengan Iran.
Secara teknis tren batu bara ini jelas bullish karena berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari, saat ini di 111,62. Average ini sempat menjadi support dinamis yang membatasi penurunan pada akhir Januari 2026. Namun, indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 80,64 mengindikasikan momentum berada dalam zona jenuh beli dan sudah berada di zona ini sejak awal Maret 2026.
Perang AS-Iran tetap menjadi perhatikan seluruh pasar karena berpotensi menggerakkan harga komoditas. Minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak melewati $100 pada perdagangan sesi Asia hari ini. Pasar khawatir kenaikan harga minyak ini berpotensi menimbulkan inflasi secara global. Harga minyak telah merayap naik sejak minggu lalu saat Iran menutup Selat Hormuz, selat yang dilalui 20% pasokan minyak global serta LNG.
Pada pekan lalu, pabrik Gas Alam Cair (Liquified Natural Gas/LNG) terbesar Qatar, fasilitas Ras Laffan, menghentikan produksi pasca diserang drone Iran. Gangguan-gangguan ini berpotensi memengaruhi harga batu bara untuk sebagai sumber energi alternatif untuk pembangkit listrik saat pasokan LNG rentan atau harganya naik.
Sementara untuk Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Maret 2026 dalam Kepmen ESDM No. 102.K/MB.01/MEM.B/2026. Perlu diingat bahwa keputusan ini dibuat sebelum meletusnya serangan AS-Israel ke Iran pada akhir pekan lalu. Perubahan harga dari sebelumnya beragam, ada yang naik dan ada yang turun dengan perincian sebagai berikut;
- Batubara (6.322 GAR) $102,37 turun dari $102,87
- Batubara I (5.300 GAR) $71,29 turun dari $71,74
- Batubara II (4.100 GAR) $47,64 naik dari $47,34
- Batubara III (3.400 GAR) $34,25 naik dari $33,85
Ini merupakan minggu terakhir harga tersebut berlaku karena akan ada perubahan lagi pada minggu depan. Pasar menantikan seberapa besar pengaruh perang di Iran akan memengaruhi perubahan harga batu bara dari harga saat ini.
RKAB batu bara di dalam negeri masih menjadi topik yang menonjol mengingat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana merevisinya untuk mengontrol harga serta tidak menambang secara berlebihan agar bisa dinikmati oleh generasi-generasi selanjutnya.
Meskipun demikian, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, mengatakan bahwa sudah menyetujui sekitar 10 RKAB perusahaan batu bara, seperti diinformasikan Bloomberg Techoz. Namun, beliau tidak menginformasikan lebih lanjut perusahaan-perusahaan mana saja yang sudah disetujui RKAB-nya
Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, mengatakan produksi nasional di tahun 2025 mencapai 790 juta ton dan akan dipangkas menjadi kurang lebih menjadi 600 juta ton pada tahun ini. Namun untuk dalam negeri, Menteri Bahlil mengatakan batu bara akan cukup untuk pasokan PLN selama Ramadan dan Idul Fitri. Kebutuhan energi selama Ramadan meningkat mengingat penambahan aktivitas masyarakat saat sahur.
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle
Pertanyaan Umum Seputar Gas Alam
Dinamika penawaran dan permintaan merupakan faktor utama yang memengaruhi harga Gas Alam, dan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global, aktivitas industri, pertumbuhan populasi, tingkat produksi, dan inventaris. Cuaca memengaruhi harga Gas Alam karena lebih banyak Gas digunakan selama musim dingin dan musim panas untuk pemanasan dan pendinginan. Persaingan dari sumber energi lain memengaruhi harga karena konsumen dapat beralih ke sumber yang lebih murah. Peristiwa geopolitik merupakan faktor yang dicontohkan oleh perang di Ukraina. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan ekstraksi, transportasi, dan masalah lingkungan juga memengaruhi harga.
Rilis ekonomi utama yang memengaruhi harga Gas Alam adalah buletin inventaris mingguan dari Badan Informasi Energi (EIA), sebuah badan pemerintah AS yang menghasilkan data pasar gas AS. Buletin Gas EIA biasanya terbit pada hari Kamis pukul 14:30 GMT (21:30 WIB), sehari setelah EIA menerbitkan buletin Minyak mingguannya. Data ekonomi dari konsumen besar Gas Alam dapat memengaruhi penawaran dan permintaan, yang terbesar di antaranya adalah Tiongkok, Jerman, dan Jepang. Gas Alam terutama dihargai dan diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga sejumlah rilis ekonomi yang memengaruhi Dolar AS juga menjadi faktor.
Dolar AS adalah mata uang cadangan dunia dan sebagian besar komoditas, termasuk Gas Alam, dihargai dan diperdagangkan di pasar internasional dalam Dolar AS. Dengan demikian, nilai Dolar AS merupakan faktor dalam harga Gas Alam, karena jika Dolar menguat, berarti lebih sedikit Dolar yang dibutuhkan untuk membeli volume Gas yang sama (harga turun), dan sebaliknya jika USD menguat.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.