Batu Bara ICE Newcastle Raih Tertinggi Baru 2026 di 150,00, Menteri ESDM Pastikan Pasokan Batu Bara untuk PLN Aman
|- ICE Newcastle kembali meraih tertinggi baru tahun ini meskipun sedikit mundur.
- Peristiwa di Timur Tengah tetap menjadi fokus utama mengingat pengaruhnya pada pasokan komoditas global
- Menteri ESDM memastikan pasokan batu bara untuk PLN aman hingga Maret- April.
Harga batu bara ICE Newcastle front month menutup hari kemarin di 138,00. Batu bara dibuka dengan gap atas di 138,25 dan melesat naik ke 150,00 yang merupakan tertinggi baru 2026 dan juga level tertinggi sejak 15 Oktober 2024. Namun demikian, komoditas ini memangkas kenaikan tersebut untuk ditutup sedikit di bawah level pembukaan.
Lonjakan tersebut membuat Simple Moving Average (SMA) 200-hari semakin miring ke atas yang menandakan dukungan pada tren bullish di bawah harga. Namun demikian, lonjakan yang sama membuat indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari masuk ke zona jenuh beli di 83,59.
Pergerakan signifikan dalam harga komoditas-komoditas masih terjadi di seputar konflik AS dengan Iran. Iran menuntup Selat Hormuz yang menjadi jalur bagi 20% minyak global dan komoditas lainnya seperti LNG. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran pasokan dan membuat harga West Taxas Intermediate naik ke 77,20 pada hari kemarin. Menanggapi hal tersebut, Presiden AS, Donald Trump, menawarkan jaminan kemanan bahwa angkatan laut negara akan menemani kapal-kapal untuk melewati Selat Hormuz jika diperlukan, seperti dilaporkan BBC pada hari kemarin.
Mengingat kenaikan harga LNG, negara-negara yang menggunakan komoditas tersebut untuk pembangkit listrik saat ini memikirkan opsi untuk memaksimalkan batu bara untuk pembangkit listrik, baik untuk mengamankan cadangan LNG saat ini atau untuk menghindari kenaikan harga LNG. Padahal sebelumnya batu bara mulai dikurangi penggunaannya karena ingin beralih ke sumber energi yang lebih bersih.
Cuaca di Pelabuhan Newcastle Australia pada saat berita ini ditulis adalah 26°C dan diprakirakan berawan sepanjang hari. Cuaca seperti ini tampaknya tidak mengganggu proses pemuatan batu bara di pelabuhan ekspor batu bara yang menjadi patokan sehingga cuaca tidak bisa dihitung sebagai faktor yang memengaruhi harga.
Sementara untuk Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Maret 2026 dalam Kepmen ESDM No. 102.K/MB.01/MEM.B/2026. Perubahan harga dari sebelumnya beragam, ada yang naik dan ada yang turun dengan perincian sebagai berikut;
- Batubara (6.322 GAR) $102,37 turun dari $102,87
- Batubara I (5.300 GAR) $71,29 turun dari $71,74
- Batubara II (4.100 GAR) $47,64 naik dari $47,34
- Batubara III (3.400 GAR) $34,25 naik dari $33,85
Menanggapi konflik di Timur Tengah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, diminta oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk memastikan ketersediaan pasokan energi nasional dan menghindari kelangkaan. Sebagai pencegahan, pemerintah mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari negara-negara yang bersinggunan dengan konflik ke beberapa negara yang tidak melewati Selat Hormuz.
Terkait batu bara, Menteri Bahlil memastikan kebutuhan batu bara domestik untuk pasokan pembangkit listrik khususnya untuk PLN aman sampai dengan bulan Maret-April. Ini di tengah penataan Rencana Kerja dan Anggran Biaya (RKAB) yang belum selesai. Beliau mengatakan penataan ini untuk menyelaraskan rencana produksi dan kebutuhan pasar domestik maupun global serta menjaga stabilitas harga, seperti diinformasikan alam situs Kementerian ESDM.
Grafik Harian Batu Bara Newcastle
Pertanyaan Umum Seputar Gas Alam
Dinamika penawaran dan permintaan merupakan faktor utama yang memengaruhi harga Gas Alam, dan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global, aktivitas industri, pertumbuhan populasi, tingkat produksi, dan inventaris. Cuaca memengaruhi harga Gas Alam karena lebih banyak Gas digunakan selama musim dingin dan musim panas untuk pemanasan dan pendinginan. Persaingan dari sumber energi lain memengaruhi harga karena konsumen dapat beralih ke sumber yang lebih murah. Peristiwa geopolitik merupakan faktor yang dicontohkan oleh perang di Ukraina. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan ekstraksi, transportasi, dan masalah lingkungan juga memengaruhi harga.
Rilis ekonomi utama yang memengaruhi harga Gas Alam adalah buletin inventaris mingguan dari Badan Informasi Energi (EIA), sebuah badan pemerintah AS yang menghasilkan data pasar gas AS. Buletin Gas EIA biasanya terbit pada hari Kamis pukul 14:30 GMT (21:30 WIB), sehari setelah EIA menerbitkan buletin Minyak mingguannya. Data ekonomi dari konsumen besar Gas Alam dapat memengaruhi penawaran dan permintaan, yang terbesar di antaranya adalah Tiongkok, Jerman, dan Jepang. Gas Alam terutama dihargai dan diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga sejumlah rilis ekonomi yang memengaruhi Dolar AS juga menjadi faktor.
Dolar AS adalah mata uang cadangan dunia dan sebagian besar komoditas, termasuk Gas Alam, dihargai dan diperdagangkan di pasar internasional dalam Dolar AS. Dengan demikian, nilai Dolar AS merupakan faktor dalam harga Gas Alam, karena jika Dolar menguat, berarti lebih sedikit Dolar yang dibutuhkan untuk membeli volume Gas yang sama (harga turun), dan sebaliknya jika USD menguat.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.