fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Batu Bara ICE Newcastle Pertahankan Rebound Sebelumnya, Naik ke 118,65

  • ICE Newcastle sejauh ini menahan penurunan pasca gap Selasa lalu.
  • Hitung mundur menuju Harga Batu Bara Acuan (HBA) baru di awal bulan.
  • Revisi RKAB diharapkan menjaga harga dan cadangan batu bara di masa depan.

Harga batu bara ICE Newcastle front month ditutup di 118,65 pada hari kemarin. Secara teknis harganya ditutup lebih tinggi dari pembukaan namun harga tetap di bawah penutupan Selasa. Batu bara ini dibuka dengan gap bawah di 118 dan naik sepanjang hari. Komoditas ini belum bisa pulih setelah dibuka dengan gap bawah yang besar pada Selasa lalu.

Sisi positifnya adalah ICE Newcastle tidak turun lebih jauh setelah pembukaan dengan gap yang disebutkan di atas dengan tren jangka lebih panjang masih bullish karena berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Penurunan dari tertinggi baru sepanjang masa 124 yang dicapai Jumat lalu masih dilihat sebagai koreksi dengan Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 57,26 mengindikasikan momentumnya bullish karena berada di atas level netral 50.

Cuaca di pelabuhan Newcastle Australia pada saat berita ini ditulis adalah 26°C dengan suhu maksimal diprakirakan mencapai 27°C dan minimal 21°C. Sepanjang hari ini cerah dengan peluang hujan di siang hari 15%. Bisa disimpulkan bahwa cuaca sepanjang hari ini tidak menjadi faktor yang mempengaruhi harga karena tidak mengganggu aktivitas pemuatan batu bara di pelabuhan.

Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Februari 2026 menurut Kepmen ESDM No. 97.K/MB.01/MEM.B/2026 adalah harga batu bara (6.322 GAR) di $102,87/ton, batu bara I (5.300 GAR) di $71,74, batu bara II (4.100 GAR) di $47,34, dan batu bara III (3.400 GAR) $33,85. Harga-harga ini tidak akan digunakan lagi dalam waktu dekat karena pemerintah akan menetapkan harga baru pada 1 Maret 2026.

Revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 masih membayangi industri batu bara di dalam negeri. Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, mengisyaratkan bulan lalu bahwa produksi batu bara nasional di 2026 bisa dipangkas menjadi 600 juta ton. Itu menyusul produksi batu bara nasional sebesar 790 juta ton di tahun sebelumnya.

Menteri Bahlil mengklaim bahwa revisi tersebut untuk menjaga pasokan dan penawaran batu bara global dan pada akhirnya menjaga harga serta cadangan mengingat Indonesia memasok sekitar 43% permintaan dunia. Kebijakan tersebut tertuang dalam Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2025 di mana siklus pengajuan RKAB menjadi 1 tahun dari sebelumnya 3 tahun. Revisi ini bukan hanya pada batu bara, tetapi juga komoditas mineral logam serta komoditas mineral bukan logam dan batuan.

Grafik Harian ICE Newcastle

Grafik harian ICE Newcastle

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.