Batu Bara ICE Newcastle Merayap Naik ke 149,00, Sangat Dekat dengan Tertinggi 2026
|- Batu Bara ICE Newcastle dibuka dengan gap atas dan mencoba menguji tertinggi 2026.
- Presiden AS, Trump, mengklaim berada dalam tahap akhir negosiasi dengan Iran.
- Pekan penting bagi batu bara Indonesia saat kebijakan ekspor baru diterapkan.
Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di 148,75 yang lebih tinggi 1,16% dibandingkan penutupan hari kemarin. Batu bara ini dibuka dengan gap atas di 148,40 dan merayap naik untuk mencatatkan tertinggi hari 149,00. Komoditas ini melanjutkan upaya untuk menguji tertinggi 2026 di 150,00. Level ini terlihat kuat karena sudah diuji selama tiga kali namun belum berhasil ditembus saat belum ada kejelasan pasti soal kapan perang antara AS-Iran benar-benar akan berakhir.
Relative Strength Index (RSI) 14-hari kembali mengarah ke atas di 67,20 setelah kemarin turun. Meskipun menunjukkan momentumnya bullish karena berada di atas level netral 50, indikator ini semakin dekat ke zona jenuh beli. Simple Moving Average (SMA) 200-hari semakin miring ke atas menunjukkan bahwa tren komoditas ini dalam jangka lebih panjang adalah naik.
Dalam unggahan media sosial Truth Social, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim sedang dalam akhir negosiasi untuk mengakhiri perang dengan IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps). Dalam kesempatan yang berbeda, Presiden Trump mengatakan mungkin bertemu Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, jika mencapai kesepakatan.
Meskipun demikian, ketegangan di Timur Tengah tampak belum mati menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahwa Israel akan melanjutkan operasi di Lebanon meskipun sebelumnya sepakat melakukan gencatan senjata. Akibatnya Israel dan Hezbollah saling serang.
Peristiwa tersebut mengancam menunda pencapaian kesepakatan AS-Iran karena Iran menginginkan penghentian serangan pada Lebanon (karena Hezbollah yang didukung Iran berada di negara tersebut). Dengan demikian, jika serangan Israel terhadap Lebanon dan atau Hezbollah tetap berlanjut, maka akan menjauhkan potensi Selat Hormuz dapat dilalui dengan bebas.
Distribusi gas alam yang selama konflik terganggu mengakibatkan peningkatan permintaan batu bara sebagai alternatif untuk pembangkit listrik sehingga pergerakan harganya beriringan dengan minyak dan gas meskipun tidak terkait langsung dengan Timur Tengah.
Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Juni 2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut;
- Batubara (6.322 GAR) $121,83 naik dari $116,32
- Batubara I (5.300 GAR) $84,53 naik dari $80,34
- Batubara II (4.100 GAR) $58,81 naik dari $57,61
- Batubara III (3.400 GAR) $40,32 naik dari $39,35
Minggu ini penting bagi batu bara di Indonesia karena dua peristiwa signfikan. Yang pertama adalah penetapan harga batu bara acuan periode pertama Juni 2026 yang lebih tinggi dari sebelumnya dan yang kedua adalah implementasi kebijakan ekspor satu pintu.
Pemerintah mulai menerapkan kebijakan ekspor sumber daya alam strategis hanya melalui BUMN (Badan Usaha Milik Negara) PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) pada 1 Juni 2026. Minyak sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi menjadi komoditas pertama yang menjadi objek dari kebijakan yang diperkenalkan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada bulan Mei lalu.
Pada tahap awal ini perusahaan-perusahaan melakukan ekspor seperti biasa tetapi melaporkan dokumen ekspor ke PT DSI. Tanggal 1 Januari 2027 menjadi target untuk pelaksanaan mekanisme ekspor melalui BUMN tersebut secara seluruhnya.
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle
Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko
Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.
Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.
Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.
Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.