Batu Bara ICE Newcastle Menutup Jumat di $131,50, AS-Iran Sepakati Peta Jalan untuk Akhiri Konflik
|- Batu Bara ICE Newcastle ditutup merah dua minggu berturut-turut.
- Negosiator Qatar dan Pakistan memberikan informasi positif terkait AS-Iran.
- PLN mengklaim kelistrikan Pulau Jawa telah membaik.
Batu bara ICE Newcastle front month menutup Jumat lalu di $131,50 yang lebih rendah 0,04% dari penutupan hari sebelumnya. Batu bara ini membuka hari tersebut dengan gap atas di $133,00 dan naik untuk mencatatkan tertinggi hari di $133,50. Namun demikian, komoditas ini kesulitan memanfaatkan dorongan tersebut dan malah berbalik arah menuju level penutupan yang disebutkan di atas. Batu bara ini ditutup merah untuk dua minggu berturut-turut dari tertinggi 2026 di $151,75 di tengah perkembangan Timur Tengah yang terus memunculkan informasi baru.
Indikator momentum Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 34,75, di level-level yang sama selama dua hari, mengindikasikan momentumnya jelas bearish karena berada di bawah level netral 50. Simple Moving Average (SMA) 200-hari di bawah harga menunjukkan tren jangka lebih panjang komoditas ini naik, meskipun tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan saat harga turun lebih jauh selama beberapa hari terakhir.
Harga-harga komoditas tetap tertekan di tengah kabar bahwa para negosiator dari Qatar dan Pakistan sebelumnya hari ini menginformasikan AS dan Iran menyatakan komitmen pada peta jalan untuk mengakhiri konflik "di semua front" dalam 60 hari serta membuka Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan mekanisme transit formal untuk jalur aman Selat Hormuz bagi kapal-kapal dagang berhasil diatur, seperti diinformasikan kantor berita Tasnim. Kabar tersebut lebih jauh menekan harga minyak WTI yang pada saat berita ini ditulis diperdagangkan di $74,45 per barel.
Harga minyak diamati untuk mengukur sentimen terhadap perkembangan di Timur Tengah yang dibuntuti oleh harga-harga komoditas yang terpengaruh baik langsung maupun tidak langsung dengan status Selat Hormuz seperti salah satunya batu bara, yang menjadi substitusi bagi gas alam dari Timur Tengah untuk pembangkit listrik.
Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Juni 2026 dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 253.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut:
- Batubara (6.322 GAR) $123,91 naik dari $121,83
- Batubara I (5.300 GAR) $88,40 naik dari $84,53
- Batubara II (4.100 GAR) $60,19 naik dari $58,81
- Batubara III (3.400 GAR) $41,19 naik dari $40,32
Menanggapi pemadaman listrik bergilir di beberapa daerah, Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, pada Jumat lalu mengatakan sudah menghubungi Direktur Utama PLN (Perusahaan Listrik Negara) untuk untuk melakukan tindakan-tindakan terukur untuk memastikan kelistrikan berjalan normal, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian ESDM.
Menteri Bahlil menyanggah pemadaman bergilir disebabkan oleh kurangnya pasokan batu bara karena Direktur Jenderal Mineral dan Batubara telah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara 180 – 190 juta ton dan yang sudah dikontrak sebesar 134 juta ton dengan total kebutuhan PLN sebesar 154 juta ton. Persoalan teknis batu bara itu untuk sampai pada power plant itu berada dalam ranah PLN.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa sistem kelistrikan Jawa mulai membaik sehingga dapat menekan pemadaman listrik dengan signifikan. BUMN ini meminta maaf akibat gangguan selama pekan lalu, saat memberikan keterangan pers di Jakarta Senin ini.
Darmawan menjelaskan pasokan energi primer yang sesuai spesifikasi mulai berjalan normal dan satu dari dua pembangkit listrik yang mengalami masalah teknis sudah dipulihkan serta mulai mengalirkan listrik di Pulau Jawa.
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle
Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko
Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.
Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.
Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.
Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.