Batu Bara ICE Newcastle Mengambil Napas di $132,50 Setelah Turun Sejak Awal Bulan
|- Batu Bara ICE Newcastle masih kelu di $132,50 sejauh ini.
- Kemenlu Iran bantah informasi dari Wakil Presiden AS.
- Menteri ESDM Indonesia mengklaim ketahanan energi rata-rata minimal 20 hari.
Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di $132,50 yang lebih tinggi 0,76% dibandingkan penutupan hari sebelumnya pada saat berita ini ditulis. Batu bara ini dibuka dengan gap atas di $132,50 dan belum bergerak sama sekali. Komoditas ini bergerak di level-level ini sejak Kamis pekan lalu, tampak beristirahat sejenak dari penurunan besar dari $151,75, tertinggi baru 2026 yang dicapai pada 8 Juni, di tengah informasi beragam dari Timur Tengah.
Rebound batu bara dari level terendah sejak 7 Mei 2026 Senin lalu dan pembukaan dengan gap atas hari ini membuat indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari bangkit ke 37,21, meskipun masih di bawah level 50, yang mengindikasikan momentum saat ini tetap bearish. Secara teknis tren komoditas ini dalam jangka lebih panjang adalah naik karena berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari, meskipun jarak antara keduanya semakin dekat.
Kementerian Luar Negeri Iran sedikit merusak sentimen positif di Timur Tengah setelah mereka menyangkal informasi yang diberikan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, bahwa Iran mengizinkan inspeksi nuklir International Atomic Energy Agency (IAEA).
Meskipun demikian, harga-harga komoditas energi tetap tertekan menyusul kemajuan dalam perundingan menuju mengakhiri konflik antara AS dan Iran. Perkembangan terbaru meliputi Iran diberikan pembebasan oleh AS untuk menjual minyak di pasar internasional selama 60 hari dan peningkatan aktivitas pengiriman yang melewati Selat Hormuz.
Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Juni 2026 dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 253.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut:
- Batubara (6.322 GAR) $123,91 naik dari $121,83
- Batubara I (5.300 GAR) $88,40 naik dari $84,53
- Batubara II (4.100 GAR) $60,19 naik dari $58,81
- Batubara III (3.400 GAR) $41,19 naik dari $40,32
Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, memberikan laporan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, mengenai salah satunya ketahanan energi pada hari kemarin. Menteri Bahlil menginformasikan bahwa ketahanan energi rata-rata minimal di atas 20 hari.
Pemerintah akan membentuk tim pengadaan batu bara untuk PLN yang beranggotakan Dirjen Batubara, BPKP, Inspektur Jenderal, dan PLN. Tim ini dibentuk untuk memastikan koordinasi, kerja sama, dan kepastian batu bara untuk PLN agar peristiwa pemadaman bergilir yang terjadi di beberapa daerah baru-baru ini tidak terulang, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian Sekretariat Negara.
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle
Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko
Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.
Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.
Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.
Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.