fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Batu Bara ICE Newcastle Lanjutkan Koreksi dari Tertinggi 2026 ke 130

  • ICE Newcastle mundur lebih jauh setelah mencatatkan tertinggi baru 2026.
  • Perhatian tetap tertuju pada Timur Tengah mengingat potensi tersendatnya pasokan energi.
  • Beberapa perusahaan telah mendapatkan persetujuan RKAB 2026.

Harga batu bara ICE Newcastle front month menutup hari kemarin di 132,90 yang turun 3,70% pada hari itu. Batu bara ini dibuka di 138,00 dan turun sepanjang hari untuk mencatatkan terendah hari 130,00. Komoditas ini melanjutkan koreksi setelah meraih tertinggi baru 2026 di 150,00 pada hari Selasa di balik konflik Timur Tengah.

Meskipun ditutup merah untuk dua hari perdagangan berturut-turut, komoditas ini mempertahankan tren naik yang diindikasikan oleh posisi harga batu bara di atas Simple moving Average (SMA) 200-hari. Relative Strength Index (RSI) 14 hari di 70,62 mengindikasikan momentumnya jenuh beli, meskipun telah mundur dari 83,59.

Penurunan ini masih dilihat sebagai koreksi setelah kenaikan yang curam. Hal tersebut mengingat perang AS-Iran yang memasuki hari keenam dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Ditambah penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur bagi lalu lintas 20% pasokan minyak global serta LNG untuk pembangkit listrik.

Gangguan distribusi LNG bisa berpotensi membuat negara-negara mengoptimalkan pembangkit listrik dengan tenaga batu bara untuk menghemat cadangan LNG yang ada. Kondisi ini bisa meningkatkan permintaan dan menjaga harga batu bara.

Cuaca di Pelabuhan Newcastle Australia pada saat berita ini ditulis adalah sekitar 21°C hingga 23°C dengan sebagian besar cerah sehingga aktivitas pemuatan batu bara diprakirakan lancar dan tidak menjadi faktor yang menjadi pendorong harga batu bara.

Sementara untuk Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Maret 2026 dalam Kepmen ESDM No. 102.K/MB.01/MEM.B/2026. Perlu diingat bahwa keputusan ini dibuat sebelum meletusnya serangan AS-Israel ke Iran pada akhir pekan lalu. Perubahan harga dari sebelumnya beragam, ada yang naik dan ada yang turun dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $102,37 turun dari $102,87
  • Batubara I (5.300 GAR) $71,29 turun dari $71,74
  • Batubara II (4.100 GAR) $47,64 naik dari $47,34
  • Batubara III (3.400 GAR) $34,25 naik dari $33,85

Ada perkembangan terbaru terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara. Dilansir dari Bloomberg Technoz, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, mengatakan sudah ada sekitar 10 perusahaan yang mendapatkan persetujuan RKAB 2026. Namun, beliau tidak menyebutkan nama perusahaan dan perinciannya. RKAB menjadi topik yang menonjol jika terkait dengan batu bara di awal tahun. Pemerintah mengklaim sedang merevisi dan perlu perhitungan yang cermat untuk menyelaraskan rencana produksi dan kebutuhan pasar domestik serta global untuk menjaga stabilitas harga. Itu mengingat Indonesia memasok hingga 43% kebutuhan batu bara dunia atau sekitar 500 sampai 550 juta ton.

Sementara untuk pemenuhan energi dalam negeri, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa pasokan untuk pembangkit listrik nasional termasuk PLN dipastikan tidak ada masalah sampai bulan Maret-April.

Grafik Harian ICE Newcastle

Grafik harian Batu Bara Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Gas Alam

Dinamika penawaran dan permintaan merupakan faktor utama yang memengaruhi harga Gas Alam, dan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global, aktivitas industri, pertumbuhan populasi, tingkat produksi, dan inventaris. Cuaca memengaruhi harga Gas Alam karena lebih banyak Gas digunakan selama musim dingin dan musim panas untuk pemanasan dan pendinginan. Persaingan dari sumber energi lain memengaruhi harga karena konsumen dapat beralih ke sumber yang lebih murah. Peristiwa geopolitik merupakan faktor yang dicontohkan oleh perang di Ukraina. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan ekstraksi, transportasi, dan masalah lingkungan juga memengaruhi harga.

Rilis ekonomi utama yang memengaruhi harga Gas Alam adalah buletin inventaris mingguan dari Badan Informasi Energi (EIA), sebuah badan pemerintah AS yang menghasilkan data pasar gas AS. Buletin Gas EIA biasanya terbit pada hari Kamis pukul 14:30 GMT (21:30 WIB), sehari setelah EIA menerbitkan buletin Minyak mingguannya. Data ekonomi dari konsumen besar Gas Alam dapat memengaruhi penawaran dan permintaan, yang terbesar di antaranya adalah Tiongkok, Jerman, dan Jepang. Gas Alam terutama dihargai dan diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga sejumlah rilis ekonomi yang memengaruhi Dolar AS juga menjadi faktor.

Dolar AS adalah mata uang cadangan dunia dan sebagian besar komoditas, termasuk Gas Alam, dihargai dan diperdagangkan di pasar internasional dalam Dolar AS. Dengan demikian, nilai Dolar AS merupakan faktor dalam harga Gas Alam, karena jika Dolar menguat, berarti lebih sedikit Dolar yang dibutuhkan untuk membeli volume Gas yang sama (harga turun), dan sebaliknya jika USD menguat.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.