Batu Bara ICE Newcastle Kelu di $148,00 di Tengah Berlanjutnya Aksi Saling Serang di Timur Tengah
|- Batu Bara ICE Newcastle belum membuat kemajuan di level pembukaan.
- AS-Iran melanjutkan aksi saling serang sejak kemarin.
- RSI menunjukkan momentumya masih bullish namun datar.
Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di $148,00 yang belum berubah pada basis harian pada saat berita ini ditulis. Batu bara ini belum menunjukkan pergerakan setelah mematahkan penurunan dua hari berturut-turut dengan ditutup positif pada hari kemarin. Komoditas ini diperdagangkan dekat dengan tertinggi baru 2026 yang diraih di $151,75 pada Senin kemarin di tengah berlanjutnya konflik antara AS-Iran.
Secara teknis, tren jangka lebih panjang batu bara ini jelas naik setelah komoditas ini menembus Simple Moving Averge (SMA) 200-hari sejak pertengahan Januari 2026 dan bergerak di atasnya sampai hari ini. Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 62,34 mengindikasikan momentumnya bullish, meskipun tampak datar setelah jatuh dari dekat level-level jenuh beli.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali berkobar baru-baru ini menyusul helikopter AS yang ditembak jatuh di Selat Hormuz yang mengakibatkan aksi saling serang antara kedua kubu.
Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS menginformasikan pasukan AS telah melakukan serangan terhadap target-target Iran "sebagai respon terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan". Reuters melaporkan pada hari Kamis bahwa Bahrain, Yordania, dan Kuwait dilaporkan mencegat rudal dan drone Iran yang menyasar fasilitas-fasilitas militer AS.
Militer Iran mengatakan penutupan segera Selat Hormuz untuk semua kapal termasuk kapal tanker minyak dan kapal dagang. Kapal yang mencoba melewati selat akan menjadi target. Kabar ini ditentang oleh CENTCOM AS yang mengklaim terjadi arus masuk dan keluar kapal di selat ini pada malam kemarin.
Kabar di atas mengaburkan kejelasan status apakah Selat Hormuz dapat dilalui bebas atau tidak untuk mengangkut komoditas-komoditas energi seperti minyak dan gas alam dari Timur Tengah. Meskipun harga-harga komoditas seperti minyak WTI tidak melonjak tajam di tengah berita terbaru, harganya tetap lebih tinggi di atas level-level sebelum perang, begitu juga dengan batu bara yang tidak terpengaruh secara langsung tetapi digunakan sebagai alternatif gas alam sebagai pembangkit listrik.
Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Juni 2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut;
- Batubara (6.322 GAR) $121,83 naik dari $116,32
- Batubara I (5.300 GAR) $84,53 naik dari $80,34
- Batubara II (4.100 GAR) $58,81 naik dari $57,61
- Batubara III (3.400 GAR) $40,32 naik dari $39,35
Dalam Permendag: Nomor 15 Tahun 2026 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor Komoditas SDA Strategis Batubara yang diinformasikan Kementerian Perdagangan sebelumnya pekan ini disebutkan bahwa cakupannya meliputi antrasit, batubara termal, lignit, dan gambut yang beberapa masuk dalam kode HS 2701 – HS 2703.
Peraturan yang merupakan tindak lanjut dari kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini menginformasikan bahwa dalam Tahap I, yaitu pada 1 Juni 2026 – 31 Desember 2026, aktivitas ekspor masih menggunakan Eksportir Terdaftar (ET) dan Laporan Surveyor (LS) atas nama pelaku usaha. Pada Tahap II, paling lambat 1 Januari 2027, ekspor komoditas-komoditas Sumber Daya Alam dilakukan hanya oleh BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle
Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko
Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.
Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.
Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.
Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.