ANTM Rebound dari Terendah Harian, Perseroan Catatkan Laba Lebih dari Rp6 Triliun di Semester I
|- ANTM tidak membuat kemajuan setelah dibuka dengan gap turun.
- Perseroan mencatatkan laba Rp6,38 triliun di semester I 2026.
- Indikator RSI 14-hari mengindikasikan momentum bullish menyusut.
ANTM lebih rendah 1,58% dari penutupan pekan lalu untuk diperdagangkan di 3.110 menuju penutupan perdagangan hari ini. Saham PT ANTAM (Persero) Tbk dibuka dengan gap turun di 3.110 dan meraih terendah harian di 3.090. Meskipun rebound dari terendah harian, saham ini belum mampu menutup gap meskipun perseroan mencatatkan laba yang lebih tinggi sepanjang semester pertama tahun ini.
Kinerja negatif ANTM sejauh ini juga turut meredam sektor Barang Baku yang mengalami penurunan 1% serta membatasi indeks LQ45 yang mengalami kenaikan hanya 0,3%, meskipun AADI, ADRO, dan ESSA menunjukkan kenaikan lebih dari 4%. Penurunan harga Emas dunia lebih dari 3% Jumat lalu diprakirakan menekan minat terhadap emiten yang terkait dengan logam mulia.
Perseroan Mencatatkan EBITDA Rp9,62 Triliun
Perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp6,38 triliun sepanjang semester I 2026 yang lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu di Rp4,69 triliun. EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sebesar Rp9,62 triliun pada periode pelaporan, naik dibandingkan Rp7,11 triliun pada semester I 2025. Nilai laba bersih per saham dasar menjadi Rp265,85 per saham dasar, dibandingkan Rp195,43 per saham dasar.
Jumlah aset perseroan pada akhir semester I 2026 bertambah menjadi Rp61,27 triliun dari Rp52,53 triliun pada akhir tahun 2025. Jumlah liabilitas juga meningkat menjadi Rp22,74 triliun dari Rp15,93 triliun dan jumlah ekuitas meningkat dari Rp36,59 triliun menjadi Rp38,53 triliun.
Dikutip dari siaran pers terkait laporan keuangan, Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengatakan bahwa "Pada 1H2026 Perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif, didukung oleh penguatan kinerja operasional serta penerapan disiplin pengelolaan modal kerja, arus kas, dan likuiditas secara konsisten."
Momentum Bullish Terlihat Melemah
ANTM mempertahankan tren jangka panjang yang cenderung turun saat berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Namun, tren tersebut diredam oleh aksi sideways sejak akhir bulan Mei tepat di bawah SMA 200-hari.
Kenaikan ANTM pada pekan lalu dibatasi oleh sisi atas kisaran sideways di area 3.300 dan merayap turun sejak itu. Ketidakmampuan saham ini untuk menindaklanjuti kenaikan di luar batas itu membuat indikator Relative Strength Index (RSI) turun mendekati level netral 50, memperkuat tren sideways.
Level-level sisi atas terdekat yang perlu ditaklukkan ANTM adalah 3.160 (penutupan pekan lalu, untuk menutup gap), 3.300 (area batas atas kisaran sideways), dan 3.381 (SMA 200-hari). Sementara di sisi bawah, support yang bisa menjadi penopang penurunan berada di 2.970 (terendah 14 Agustus), 2.740 (terendah 9 Juli), dan 2.450 (terendah 2026 yang diraih pada 4 Juni).
Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia
Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.
Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.
Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.
Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.