fxs_header_sponsor_anchor

AKRA Pulihkan Seluruh Penurunan Senin, Perseroan akan Adakan Public Expose

  • AKRA kembali ke level pembukaan di awal minggu.
  • Perseroan akan mengadakan Public Expose bulan depan.
  • Tren saham ini masih cenderung naik saat di atas SMA 200-hari.

AKRA menutup hari Senin kemarin tidak berubah di 1.390. Saham PT AKR Corporindo Tbk membuka minggu perdagangan baru di 1.390 dan turun ke terendah harian 1.365. Namun, saham ini menemukan minat beli di level tersebut dan naik untuk mencatatkan tertinggi harian di 1.395 untuk kemudian ditutup di level yang sama dengan level pembukaan. Perseroan berencana melakukan publik expose, namun, saham ini belum merespons mengingat informasi itu diumumkan pasca penutupan pasar Senin dan bursa saham Indonesia libur pada hari ini untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Sallallahu 'Alaihi Wassalam.

Rebound AKRA menuju penutupan juga sejalan dengan indeks LQ45 dan IHSG pada Senin lalu, meskipun keduanya kesulitan untuk kembali ke level pembukaan dan ditutup merah. Kinerja lesu tersebut terjadi di tengah pelemahan Rupiah yang menutup hari kemarin di 17.726 terhadap Dolar AS setelah dibuka di 17.635.

Perseroan Merencanakan Public Expose

Perseroan berencana melakukan Public Expose Live 2026 pada 8 September 2026. Hanya ada dua agenda dalam acara ini, yang pertama adalah Laporan Kinerja per kuartal II 2026 dan yang kedua adalah Prospek dan Strategi Usaha.

Untuk agenda yang pertama, kita bisa melihat sekilas dari laporan keuangan yang dirilis perseroan pada bulan lalu. Dalam laporan itu, perusahaan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp1,43 triliun selama semester I 2026 yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Rp1,18 triliun pada semester I 2025. Salah satu penyebab kenaikan itu adalah penjualan dan pendapat usaha yang mencapai Rp30,84 triliun dibandingkan Rp21,41 triliun pada periode yang sama.

Dari sisi posisi keuangan, jumlah aset perseroan bertambah menjadi Rp39,29 triliun pada akhir semester I 2026 dari Rp36,56 triliun pada akhir tahun 2025. Jumlah ekuitas meningkat menjadi Rp16,36 triliun dari Rp15,60 triliun dan jumlah liabilitas juga meningkat menjadi Rp22,92 triliun dari Rp20,95 triliun pada periode yang sama.

Tertinggi 18 dan 19 Agustus menjadi Penghalang Terdekat

Secara teknis, tren AKRA cenderung naik setelah menembus Simple Moving Average (SMA) 200-hari pada awal Juli 2026. Namun, momentum dalam tren naik terlihat menyusut, seperti yang terlihat pada indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari yang berada tepat di bawah level netral 50.

Di sisi atas, batas atas terdekat AKRA muncul di 1.425 (tertinggi 18 dan 19 Agustus), 1.500 (level angka bulat), dan 1.520 (tertinggi 23 Juli). Sementara di sisi bawah, saham ini memiliki support di 1.318 (SMA 200-hari), 1.280 (terendah 7 dan 8 Juli), dan 1.195 (terendah 18 dan 30 Juni).

Grafik harian AKRA

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.