Trump Desak Senat untuk Mengesahkan CLARITY Act saat RUU Kripto Mendekati Pemungutan Suara Krusial
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- ​Presiden Donald Trump mendesak Senat untuk meloloskan CLARITY Act sebagai penghormatan kepada mendiang Senator Lindsey Graham.
- Para legislator berpacu untuk memajukan CLARITY Act sebelum reses Agustus saat negosiasi berlanjut atas ketentuan etika dan bahasa terkait stablecoin.
- Senator Cynthia Lummis dan Direktur Eksekutif White House Crypto Council, Patrick Witt, mendesak pengesahan cepat, dengan mengutip kepastian regulasi dan daya saing AS.
Presiden AS, Donald Trump, pada hari Senin mendesak Senat AS untuk segera meloloskan Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY), menyusul wafatnya Senator Lindsey Graham, yang meninggal secara tak terduga pada akhir pekan di usia 71 tahun.
"Sebagai penghormatan kepada Senator Lindsey Graham, seorang pendukung besar, Senat AS seharusnya meloloskan CLARITY Act," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Trump Menyerukan Persetujuan Cepat Senat atas CLARITY Act
Ia menggambarkan undang-undang tersebut sebagai hal yang penting untuk mempertahankan kepemimpinan AS dalam aset-aset digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di tengah meningkatnya persaingan dari Tiongkok.
"Tiongkok, dan banyak negara lain, ingin mengambil kendali penuh dan total atas 'peristiwa' keuangan besar ini, begitu juga AI, di mana kita saat ini memimpin, tetapi mereka berjuang keras. Jangan biarkan Tiongkok menang dalam kedua hal tersebut!!!," tambahnya.
Trump telah berulang kali mendukung undang-undang tersebut, menjadikannya bagian sentral dari dorongan lebih luas untuk memposisikan AS sebagai pemimpin global dalam inovasi kripto. Ia berpendapat bahwa kejelasan regulasi diperlukan agar pengembangan dan investasi blockchain tidak berpindah ke luar negeri.
CLARITY Act akan menetapkan kerangka regulasi yang komprehensif untuk aset-aset digital dengan membagi pengawasan antara Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC). Di bawah proposal tersebut, token yang memenuhi syarat akan diregulasi sebagai komoditas digital oleh CFTC, sementara aset-aset digital yang menyerupai sekuritas akan tetap berada di bawah yurisdiksi SEC.
Rancangan undang-undang itu juga mencakup ketentuan yang menangani persyaratan anti-pencucian uang dan membatasi kemampuan Federal Reserve untuk menerbitkan mata uang digital bank sentral (central bank digital cureency/CBDC). Komite Perbankan Senat menyetujui undang-undang tersebut dengan dukungan bipartisan pada bulan Mei.
Lummis, Gedung Putih Perbarui Dorongan saat Senat Menimbang RUU Kripto
Para legislator diprakirakan akan mempertimbangkan RUU tersebut sebelum reses Agustus mereka. Negosiasi masih berlanjut atas beberapa isu yang belum terselesaikan, termasuk ketentuan etika bagi para pejabat publik dan bahasa yang berkaitan dengan stablecoin.
Subkomite Jasa Keuangan DPR juga dijadwalkan menggelar dengar pendapat lapangan di New York pada hari Jumat untuk menelaah potensi dampak undang-undang tersebut terhadap pasar aset digital.
Senator Cynthia Lummis telah menjadi salah satu pendukung terkuat RUU ini. Dalam pernyataan sebelumnya, Lummis memperingatkan bahwa menunda legislasi aset digital yang komprehensif dapat membuat Amerika Serikat tertinggal dari yurisdiksi-yuridiksi lainnya yang memajukan regulasi kripto.
Ia berpendapat bahwa meloloskan CLARITY Act penting untuk memberikan kepastian regulasi, mendukung inovasi yang bertanggung jawab, dan mempertahankan daya saing negara dalam industri aset digital global.
"Jutaan warga Amerika sudah memegang aset-aset digital tanpa kerangka federal yang melindungi mereka. Clarity Act memberi warga Amerika keyakinan dan keamanan yang mereka butuhkan untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital kita," tulis Lummis dalam sebuah unggahan di X pada hari Senin.
Direktur Eksekutif White House Crypto Council, Patrick Witt, juga mendesak para legislator untuk bergerak cepat atas undang-undang tersebut.
Dalam sebuah unggahan di X, Witt menggambarkan periode saat ini sebagai "minggu yang krusial" bagi CLARITY Act, seraya mencatat bahwa ini juga menandai peringatan satu tahun GENIUS Act.
Ia menyatakan bahwa RUU tersebut mencerminkan berbulan-bulan kerja oleh para legislator dan pemangku kepentingan industri, seraya menambahkan bahwa AS "tidak mampu menunda lebih lama lagi."
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.