Bitcoin Dapat Katalis, Laju Rebound Kian Terbuka
|Tinjauan Pasar
Pasar kripto menguat lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir hingga menembus kapitalisasi US$2,77 triliun. Pergerakan ini membawa pasar menjauhi batas bawah rentang perdagangan jangka pendek dan mendekati area Moving Average (MA) 50 hari. Level ini berpotensi menjadi resistance jika dorongan dari pemulihan pasar saham—yang mengerek Bitcoin pada Selasa—mulai kehilangan tenaga.
Di jajaran aset kripto paling likuid, Theta memimpin penguatan dengan lonjakan 9,7%, disusul Near (+7,7%) dan Aptos (+7,5%). Sebaliknya, hanya tiga aset yang terkoreksi: Basic Attention Token (−5,4%) yang memangkas sebagian kenaikan usai melesat 150% sejak awal bulan, serta Tron (−0,3%) dan Cosmos (−0,1%) yang penurunannya cenderung terbatas.
Indeks sentimen pasar kripto turut merangkak naik ke posisi 63, memantul dari area tengah. Posisi ini menjaga indeks tetap di zona positif, mengonfirmasi pergeseran sentimen pasar yang kian optimistis dibandingkan periode lesu selama 10 bulan hingga Agustus lalu.
Bitcoin kini bergerak di kisaran US$83.000, mendapat penopang dari indikator teknis serta pemulihan di bursa ekuitas. Koreksi 1% pada indeks Dolar AS dari puncaknya pekan lalu memberi amunisi tambahan bagi aset kripto. Di saat bersamaan, kenaikan harga obligasi jangka panjang AS selama dua pekan terakhir turut membantu menahan pasar dari pesimisme yang berlarut-larut.
Latar Belakang Berita
JPMorgan untuk pertama kalinya memasukkan Bitcoin (BTC) ke dalam proyeksi imbal hasil aset jangka panjangnya, dengan estimasi imbal hasil tahunan rata-rata sebesar 10% untuk 10–15 tahun mendatang. Kendati demikian, bank raksasa AS ini tetap bersikap hati-hati dan memandang BTC sebagai aset spekulatif berisiko tinggi yang pergerakannya sangat mengekor pertumbuhan likuiditas global.
Di lini pengembangan, tim pengembang Ethereum telah menjadwalkan aktivasi pembaruan Glamsterdam di testnet Hoodi pada 26 Oktober. Peningkatan ini difokuskan untuk menggenjot kapasitas (throughput) jaringan serta meningkatkan efisiensi pemrosesan transaksi.
Sementara itu, SkyAI (sebelumnya Sharps Technology) mengumumkan divestasi total atas seluruh cadangan Solana (SOL) miliknya, diiringi peluncuran program buyback saham. Langkah ini terbilang drastis mengingat pada September lalu perusahaan masih mengapit lebih dari 2 juta SOL dan masuk dalam jajaran lima pemegang publik terbesar. Meski melepas asetnya, SkyAI menegaskan tetap melanjutkan pengembangan platform AI finansial berbasis Solana.
Di ranah adopsi massal, raksasa pembayaran Visa menggandeng platform kripto Mesh untuk membuka akses pembayaran berbasis aset kripto dan stablecoin di lebih dari 175 juta merchant global.
Dari perkembangan skandal Mt. Gox, wali kurator Nobuaki Kobayashi kembali mengulur tenggat pembayaran kompensasi kreditur hingga 31 Oktober 2027. Penundaan selama satu tahun ini disebabkan oleh banyaknya berkas kreditur yang belum lengkap serta kendala administratif dalam pemrosesan pembayaran.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.