Tinjauan Pasar : Waspada Reaksi Brutal Pasar, Paska Trump Kenakan Tariff Baru Atas 8 Negara Uni Eropa
|Keraguan akan pemangkasan suku bunga the Fed memicu aksi jual pada pasar logam mulia selama hari Jumat (16/1), menyeret harga emas berakhir dibawah $4,600 per ons.
Rangkaian data ekonomi yang menunjukkan penurunan pada percepatan inflasi selama periode Desember nemperkuat spekulasi bahwa pemangkasan suku bunga mungkin akan terhenti.
Ditambah lagi, karena dalam dua minggu terakhir, data menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS tidak selemah yang diperkirakan.
Disisi lain, meredanya risiko geopolitik turun melemahkan permintaan asethaven.
Awal minggu ini akan menjadi awal yang cukup menarik, merespon serangkaian berita fundamental selama akhir pekan.
*Key Highlights*
- Probabilitas pemangkasan suku bunga the Fed memudar, mundur dari Januari dan Maret menjadi Juni dengan peluang sebesar 60.4%. Peluang semakin melemah setelah Trump enggan menominasikan Kevin Hassett.
- Presiden AS Donald Trump mengguncang pasar, karena ia tampaknya enggan untuk menominasikan Kevin Hassett untuk posisi Ketua The Fed. Trumo mengungkapkan "Sebenarnya saya ingin Anda tetap di posisi Anda sekarang, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya,". Perlu diketahui bahwa saat ini Kevin Hasset menjabat sebagai Direktur Dewan Ekonomi Nasional.
- Berdasarkan data Polymarket menunjukkan bahwa kandidat favorit untuk menjadi Ketua The Fed berikutnya adalah Kevin Warsh, karena peluangnya meningkat dari sekitar 40% menjadi 60%.
- Premi ketegangan geopolitik mereda pada Jumat (16/1) menyusul laporan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta Trump untuk menunda serangan terhadap Iran.
- Pada Senin (19/1), volatilitas pasar global diperkirakan akan meningkat meskipun pasar AS libur selama peringatan Marthin Luther King Jr. Pasar akan merespon tarif baru AS terhadap UE.
- Presiden Trump mengumumkan tarif 10% untuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari sebagai tekanan terhadap Negara-Negara yang menghalangi akuisisi Greenland.
- Tarif baru As terhadap Uni Eropa ini akan dinaikkan menjadi 25% mulai 1 Juni. Dan Tarif akan tetap berlaku hingga AS mencapai kesepakatan untuk membeli Greenland.
- Anggota parlemen Uni Eropa mengumumkan akan mengadakan "pertemuan darurat" di Brussels besok terkait tarif terbaru Presiden Trump.
- Uni Eropa dikabarkan akan menghentikan persetujuan kesepakatan perdagangan antara AS dan Uni Eropa.
- Minggu ini, Pasar akan menampilkan rangkaian data AS diantaranya: Data perumahan, Klaim Pengangguran (Mingguan), GDP (Q3) 2025, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), dan Sentimen Konsumen.
*Market Movement*
Pada Jumat (16/1), harga emas berakhir melemah dibawah $4,600 karena meredanya ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed. Dan gejolak pasar diperkirakan akan terjadi pada Senin dan Selasa menyusul ketegangan tarif AS-EU.
Dipasar spot, harga emas ditutup melemah sekitar $18.96 atau 0.41% berakhir pada level $4,596.21 per ons, setelah uji tertinggi $4,620 dan $4,536.
Pada saat yang sama, Emas berjangka kontrak Februari diperdagangkan melemah sebanyak $28.30 atau 0.61% berakhir pada $4,595.40 per ons di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir datar - tercatat naik hanya sekitar 2 pips atau 0.02% pada level 99.37.
Dipasar rival utama Dolar, sekeranjang matauang berisiko diperdagangkan cukup volatile sebelum berakhir melemah ditengah ketidakapstian global. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan Jumat , 16 Januari 2026,
• AUDUSD : 0.66812 , -17 / -0.25%
• EURUSD : 1.15963 , -11 / -0.10%
• GBPUSD : 1.33748 , -5 / -0.03%
• NZDUSD : 0.57490 , +7 / +0.12%
• USDJPY : 158.096 , -52 / -0.33%
• USDCAD : 1.39138 , +25 / +0.18%
• USDCHF : 0.80286 , -1 / -0.02%
• USDCNH : 6.96110 , +38 / +0.05%
*Sentiment*
Pada Senin, pasar akan bereaksi atas tarif baru AS terhadap Uni Eropa meskipun pasar Amerika akan ditutup selama Senin, 19 Januari 2026.
Hingga satu minggu kedepan, Pasar akan menampilkan rangkaian data AS diantaranya: Data perumahan, Klaim Pengangguran (Mingguan), GDP (Q3) 2025, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), dan Sentimen Konsumen.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.